Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Selasa, 25 Agu 2026, 03:30 WIB

PADANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menerangkan sejumlah daerah yang posisinya berada di perbatasan provinsi terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari provinsi tetangga.

"Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga," kata , kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Tasliatul Fuaddi di Padang, Senin.

Ket. Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi. — Sumber: Antara foto

Ia mengatakan daerah-daerah yang terdampak adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan sebagian wilayah Tanah Datar, serta Solok.

Akibatnya jarak pandang di daerah-daerah tersebut, kata dia, mengalami penurunan dibandingkan hari normal dan kualitas udara pun terdampak.

Meskipun ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) per 23 Agustus masih berada dalam kategori baik hingga sedang, lanjutnya, masyarakat tetap diimbau supaya mengenakan masker saat beraktivitas.

"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," katanya.

Ia mengatakan asap yang masuk ke wilayah Sumbar adalah kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan, bukan dari wilayah Sumbar. Hal itu diketahui dari jumlah titik api di Sumbar yang menurun drastis pada periode 14-23 Agustus dibandingkan periode 1-13 Agustus 2026.

Pada periode 1-13 Agustus, kata dia, titik api tercatat 232 titik, sedangkan 14-23 Agustus jumlah titik api berkurang lebih dari lima puluh persen pada angka 103 titik.

"Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga," kata Tasliatul Fuaddi.

Berdasarkan data dari Sipongi Gakkum Kehutanan periode 14-23 Agustus diketahui titik api di wilayah Jambi terpantau sebanyak 1.281 titik, Riau 1.433 titik, dan Sumsel mencapai 4.975 titik.

Sementara untuk Provinsi Bengkulu dan Sumatera Utara terpantau rendah pada angka 154 titik dan 214 titik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Strategi Baru Apriyani! Ubah Pola demi Adaptasi di Ganda Campuran

Ambisi Besar Teofimo Lopez: Kuasai Welter WBA, Kini Kejar Gelar Juara Sejati

Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9, Ketajamannya Bakal Diuji!

Robert Pattinson Disebut Akan Main dalam Film Horor Pertama Christopher Nolan

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.