AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat dalam Sejarah untuk Iran

Jumat, 21 Agu 2026, 10:00 WIB

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan AS akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran sebagai bagian dari isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.

"Tekanan ekonomi ini berarti kami akan melibatkan semua sekutu kami dan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia," kata Bessent kepada media ekonomi CNBC.

Ket. Foto: Arsip - Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, (28/5/2026). — Sumber: Antara/Anadolu

Bessent mengatakan AS akan "menawarkan" kepada negara-negara sekutunya untuk memilih apakah mereka akan bersama AS atau melawan AS.

"Jika Anda bersikeras melakukan transaksi dengan mereka (Iran), baik itu mentransfer uang, membeli minyak mereka, atau mereka melakukan transfer melalui kapal laut, maka Departemen Keuangan AS dan Pemerintah AS akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaan untuk menindak kalian," katanya.

Bessent melanjutkan bahwa sudah saatnya bagi sekutu AS dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan.

"Dan kami akan menghancurkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuasaan melalui antek-anteknya. Dengan demikian, hal itu berarti mereka (Iran) tidak akan bisa membayar tentara, dan kita akan menghadapi inflasi yang signifikan, baik inflasi harga pangan maupun inflasi umum di Iran," kata Bessent.

Kepada wartawan di Gedung Putih, dia mengatakan langkah-langkah ekonomi akan membuat harga minyak turun lebih cepat dari harga lebih tinggi akibat "kemacetan" di Selat Hormuz.

AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata pada April dan menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada 17 Juni, yang menandai dimulainya negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan itu terhenti karena ada ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis di dunia bagi pasokan dan perdagangan energi global.

AS dan Iran juga baru-baru ini kembali saling melancarkan serangan militer. AS menyerang sasaran-sasaran di wilayah Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer milik AS yang berada di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pengedar Narkoba Makin Lihai, Dua Pemuda di Depok Ditangkap, Jual Tembakau Sintetis di Medsos

AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang

Kemenpar Rilis Infografis Statistik 10 Destinasi Pariwisata Prioritas

Biaya Logistik RI 14,29% PDB, Pakar Soroti 3 Penyebab Biaya Tinggi

Hina Hari Nyepi, Turis Asal Swiss Divonis Setahun Penjara

Gibran Gandeng Mahasiswa UI Pulihkan Trauma Anak-anak Korban Gempa NTT

Pontianak Alami Kepekatan Kabut Asap Super Ekstrem, Orangtua Tak Rela Anaknya Sekolah, Minta PJJ

Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB

Mobil Listrik Omoda 4 Resmi Hadir di Indonesia, Cek Fitur dan Harganya!

Subsidi Motor Listrik Bergulir Lagi September, Mau Beli Motor Listrik Subsidi Rp5 Juta? Lirik Merek-merek Berikut

Rupiah Dibayangi Kebuntuan Selat Hormuz

Bantu Korban Gempa NTT, BNPB Terima 34,38 Ton Bantuan Logistik dari TNI AU dan Jakarta

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat dalam Sejarah untuk Iran

Kemenhub Perkuat Langkah Strategis Pengelolaan Keuangan 2026

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed dan Dua Wakilnya Ditangkap terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Banjir Merendam Thailand Utara, Dua Orang Tewas, Ribuan Penduduk Dievakuasi

Kabut Asap Kebakaran Hutan Ganggu Aktivitas, Sekolah di Banjarbaru Kalsel Masuk Pukul 09.00

IHSG Hari Ini Menguat! Naik 22,48 Poin ke Level 6.524 Saat Pembukaan

Dari Kampus ke Pasar Global, Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir

AirNav Indonesia Tuntaskan Program RBB 2026 di Boyolali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.