- Home
-
- Megapolitan
-
- Kekeringan Ancam Sawah Sel...
Kekeringan Ancam Sawah Seluas 311,8 Hektare di Tangerang
Kamis, 17 Sep 2026, 12:15 WIBTANGERANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat 311,8 hektare sawah berpotensi mengalami gagal panen atau puso. Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino Godzilla dan mulai mengancam sektor pertanian.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan luas lahan pertanian terdampak kekeringan masih berpotensi meningkat. Hal itu seiring kondisi cuaca dan meluasnya wilayah yang mengalami kekeringan.
"Berdasarkan data per September area terdampak puso seluas 311,8 hektare. Dan diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," ujar dia, Rabu (16/9).
Menurut Ujang, lahan pertanian yang terancam puso tersebar di 17 kecamatan dan 27 desa di Kabupaten Tangerang. Wilayah tersebut meliputi Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Kemiri, Sukadiri, Mauk, Sukamulya, dan Kresek.
Mengantisipasi dampak terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan langkah penanganan. Salah satunya dengan menyediakan benih pengganti bagi petani yang mengalami puso akibat kekeringan.
"Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Pemprov Banten berupaya menyiapkan benih pengganti bagi para petani yang mengalami puso. Ancaman terhadap lahan pertanian tersebut terjadi di tengah kondisi kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," kata dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mencatat 25 kecamatan masuk status awas bencana kekeringan. Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau ekstrem yang dikaitkan dengan fenomena El Nino Godzilla.
Kekeringan tersebut tercatat berlangsung sejak 1 Juli hingga 12 September 2026. Status awas ditetapkan pada wilayah yang berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari dan diperkirakan mendapat curah hujan sangat rendah.
"Sebanyak 25 kecamatan yang masuk status tersebut yakni Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek dan Kronjo. Lalu Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga serta Tigaraksa. ils/I-1
- Puso
- Gagal Panen
- Kabupaten Tangerang
- Ancaman Kekeringan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api
-
Puncak Kemarau di Sumsel, Ancaman Kekeringan Mengintai
-
Gagal Panen Akibat El Nino? Kementan: Ada Asuransi Pertanian, Klaim Cair Rp6 Juta per Hektare
-
Warga memanfaatkan air sendang hutan saat musim kemarau
-
Hasil Liga Italia: AS Roma Bantai Fiorentina 4-0 di Olimpico
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.