Kemenpar Dorong Penguatan Sektor Keselamatan di Seluruh Destinasi Wisata

Kamis, 17 Sep 2026, 12:02 WIB

JAKARTA – Kementerian Pariwisata menekankan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam pengembangan destinasi wisata untuk mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Aspek keamanan menjadi sangat penting. Ibu Menteri Pariwisata menetapkan keselamatan pariwisata menjadi salah satu program prioritas. Intinya, pariwisata tidak hanya soal keindahan, tapi juga keamanan,” kata Staf Ahli bidang Manajemen khususnya Manajemen Krisis Kepariwisataan Kemenpar, Fadjar Hutomo, dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (17/9).

Ket. Foto: Suasana dalam sesi diskusi forum Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur pada Selasa (15/9/2026). — Sumber: ANTARA

Dalam forum Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) di Kota Batu, Jawa Timur, pada Selasa (15/9), Fadjar mengatakan keselamatan pariwisata telah menjadi salah satu program prioritas karena pariwisata tidak hanya berkaitan dengan keindahan destinasi tetapi juga keamanan.

Hal ini disebabkan pariwisata berkaitan dengan persepsi sehingga destinasi wisata alam yang dipersepsikan aman untuk dikunjungi akan memiliki minat kunjungan kembali yang tinggi.

Sebaliknya, destinasi yang dipersepsikan tidak aman karena bencana alam tidak tertangani dengan baik, sering terjadi kecelakaan, atau kriminalitas dapat menjadi hambatan bagi pariwisata berkelanjutan.

Fadjar mencontohkan Taman Nasional Gunung Bromo, Jawa Timur, yang sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski mengalami kondisi tersebut, menurut dia, wisatawan masih mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi.

“Awareness (kepedulian) wisatawan terhadap kelestarian Bromo tinggi. Meski mengalami kebakaran hutan dan lahan, wisatawan mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi,” katanya.

Ia mengatakan keamanan, kenyamanan, dan pelestarian alam menjadi perhatian utama dalam pengembangan pariwisata alam Taman Nasional Gunung Bromo agar berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Fadjar, faktor kelalaian manusia, baik masyarakat maupun wisatawan, seperti menggunakan flare (pengangkat suar genggam) untuk keperluan foto pre-wedding, membuang puntung rokok sembarangan di area savana, dan lupa mematikan sisa perapian atau api unggun, sering menjadi sumber kebakaran.

Selain faktor manusia, faktor alam pada musim kemarau dengan suhu panas ekstrem disertai angin kencang membuat percikan api kecil cepat merambat dan membesar hingga membakar padang savana kering sehingga sulit dikendalikan.

Maka dari itu, Fadjar mengajak semua pihak terkait meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan yang ketat dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) terhadap masyarakat atau wisatawan.

“Kemenpar juga berkolaborasi dengan media mengedukasi wisatawan agar tercipta persepsi positif terhadap destinasi wisata,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Jawa Timur Park 3 Suryo Widodo mengatakan Kota Batu Malang yang dikelilingi pegunungan seperti Gunung Bromo, Gunung Arjuna, dan Gunung Welirang secara historis cukup aman dari dampak erupsi gunung berapi maupun banjir bandang.

“Namun demikian, sesuai SOP dan standar Disnaker, Jatim Park secara periodik senantiasa melakukan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan para petugas,” katanya.

Sementara itu, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan penciptaan persepsi positif membutuhkan kerja keras dan upaya yang sistematis.

Ia mengatakan pihaknya membentuk tim yang bekerja selama 24 jam untuk memonitor dan melakukan tindakan terhadap setiap unggahan berupa keluhan, saran, dan berita hoaks dari masyarakat atau wisatawan.

“Krisis komunikasi di sosial media sangat luar biasa. Saya punya tim yang harus bekerja keras memantau setiap komentar dan postingan melalui early warning system (sistem peringatan dini) dalam 24 jam. Kalau ada informasi negatif, kita langsung buat rencana dan mengambil tindakan segera,” katanya. 

  • Kemenpar
  • Destinasi Wisata

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.