DKP Babel Bagikan 120 Paket Olahan Ikan untuk Cegah Stunting.
Kamis, 17 Sep 2026, 12:01 WIBDinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membagikan 120 paket berbagai makanan olahan berbasis protein ikan kepada kelompok rentan, guna meningkatkan konsumsi ikan untuk mencegah stunting dan gizi buruk generasi penerus bangsa di daerah itu.
"Saat ini, kita memfokuskan pembagian makanan olahan perikanan di Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang," kata Kepala DKP Provinsi Kepulauan Babel, Yopi Wijaya saat menyerahkan 120 paket makanan olahan perikanan di PAUD Air Mawar Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan pembagian 120 paket olahan berbasis protein ikan seperti bakso ikan, nugget ikan, ikan teri dan berbagai olahan ikan lainnya merupakan rangkaian Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan menyasar ibu hamil, anak balita dan bayi di bawah dua tahun, guna menekan angka stunting di Provinsi Kepulauan Babel khususnya Kota Pangkalpinang.
"Saat ini kasus stunting di Kota Pangkalpinang masih menjadi perhatian, termasuk Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Air Mawar. Oleh karena itu, gerakan makan ikan ini difokuskan di Kota Pangkalpinang dan secara bertahap akan dilakukan di wilayah yang menjadi titik prioritas," ujarnya.
Ia mendorong agar para ibu lebih peduli terhadap pemenuhan gizi seimbang, khususnya protein hewani dari ikan kepada anak-anaknya demi menjamin masa depan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Kita akan melanjutkan pembagian paket makanan olahan berbasis perikanan ini di Puskesmas Air Hitam dan sejumlah lokasi lainnya di Kota Pangkalpinang, guna menekan kasus stunting dan gizi buruk balita," ujarnya.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kepulauan Babel Noni Hidayat Arsani mengajak para orang tua untuk menyajikan ikan secara rutin, mengenalkan beragam olahan ikan kepada anak, memberi contoh dengan makan ikan bersama, serta tetap memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu.
âMari kita ubah kebiasaan makan kita menjadi kebiasaan sehat, karena setiap suapan ikan yang kita berikan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita semua,â ajaknya.
Babel gencarkan Gemarikan bagi siswa PAUD untuk cegah stunting
 Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bagi siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), guna mencegah dan menekan stunting di daerah itu.
"Kami mengajak orang tua untuk membiasakan anaknya mengonsumsi ikan sebagai bagian dari menu keluarga," kata Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kepulauan Babel Noni Hidayat Arsani di PAUD Air Mawar Pangkalpinang, Kamis.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kepulauan Babel, Noni Hidayat Arsani saat mengkampanyekan Gemarikan di PAUD Air Mawar Pangkalpinang, Kamis (17/9)
Ia mengatakan kegiatan kampanye Gemarikan bertemakan âProtein Ikan untuk Generasi Emas 2045â sebagai langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam meningkatkan pemenuhan protein hewani bagi anak usia dini, ibu hamil dan bayi di Bawah dua tahun untuk mencegah stunting.
"Pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan berimbang," ujarnya.
Ia menyatakan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Bangka Belitung mencapai 20,1 persen. Berdasarkan angka tersebut, ada satu dari lima anak yang mengalami stunting di daerah ini.
âIkan ini mengandung protein yang tinggi, omega-3, omega-6, vitamin D, serta berbagai mineral penting lainnya yang berperan besar dalam perkembangan otak dan pertumbuhan tinggi badan anak, sehingga dapat mencegah anak stunting," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Babel Yopi Wijaya mengatakan Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung pencegahan stunting dan gizi buruk.
âPemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggalakkan program intervensi spesifik penanganan stunting melalui Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan,â katanya.
Ia mengatakan intervensi ini dilakukan melalui penyaluran paket makanan olahan berbasis ikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Program ini berfokus pada pemenuhan protein bagi kelompok rentan, sekaligus mendorong orang tua lebih memperhatikan kebutuhan gizi seimbang anak dengan menjadikan ikan sebagai menu utama keluarganya."
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.