BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Besar Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026, 12:10 WIBJAKARTA - BMKG mengingatkan, masyarakat terhadap potensi perubahan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia pada Kamis (17/9). Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG, Diah Ayu, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Indonesia saat ini dipengaruhi sejumlah daerah konvergensi yang terbentuk di beberapa wilayah perairan. Kondisi tersebut, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui daerah konvergensi maupun konfluensi.
Sejumlah daerah menjadi lokasi terbentuknya konvergensi, ia menjelaskan, antara lain Laut Jawa, bagian barat Laut Flores, selatan Selat Makassar. "Laut Banda, Laut Timur, Laut Arafuru, Laut Maluku, dan Laut Halmahera," kata Diah dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.
Fenomena atmosfer tersebut, ia menjelaskan, menjadi salah satu faktor yang meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif dan hujan.
Dari sejumlah kota besar yang dipantau BMKG, Padang menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih.
"Karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Hujan di wilayah tersebut juga berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang," ucap Diah.
Sementara itu, ia menjelaskan, beberapa kota besar lainnya diprakirakan mengalami hujan ringan. Wilayah tersebut meliputi, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palangka Raya, Tanjung Selor, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.
Adapun kota-kota besar yang diprakirakan berada dalam kondisi berawan antara lain:
- Jambi,
- Jakarta,
- Serang,
- Bandung,
- Semarang,
- Yogyakarta,
- Surabaya,
- Samarinda,
- Denpasar,
- Mataram,
- Kupang,
- Makassar,
- Kendari,
- Gorontalo,
- Manado,
- Ternate.
Dia menuturkan, kondisi aktual dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer sehingga masyarakat tetap disarankan memantau informasi resmi BMKG. Untuk masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, potensi hujan dan angin kencang perlu menjadi perhatian.
Selain memberikan informasi terkait cuaca, BMKG sebelumnya, juga kembali menekankan pentingnya respons cepat masyarakat terhadap peringatan dini tsunami. Pesan tersebut, disampaikan setelah BMKG melakukan pemutakhiran informasi mengenai kondisi kegempaan dan tsunami di wilayah Flores.
Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan sistem peringatan dini harus diikuti kesiapan masyarakat. "Sebaik-baiknya peringatan dini adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami," kata Rahmat.
Rahmat secara khusus mengingatkan, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar segera melakukan evakuasi ketika merasakan guncangan gempa kuat. Atau, mendapatkan informasi mengenai potensi tsunami.
"Kecepatan mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban. Ketika tsunami berpotensi tiba dalam waktu singkat," ucap Rahmat. ils/I-1
- Cuaca Ekstrem
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Karhutla Indonesia Dapat Respons Negara Tetangga Lewat ASEAN, Kedaulatan RI Tetap Dihormati
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
Siap-Siap Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sejumlah Kota Hari Senin
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari Selasa Ini
-
Robert Pattinson Disebut Akan Main dalam Film Horor Pertama Christopher Nolan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.