Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Senin, 24 Agu 2026, 05:38 WIB

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merancang pembangunan enam stasiun baru dalam rencana pengembangan jalur kereta api Parung Panjang-Jasinga untuk memperkuat konektivitas wilayah Bogor Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Minggu, mengatakan pengembangan transportasi berbasis rel tersebut menjadi bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan menjangkau berbagai wilayah.

Ket. Foto: Bangunan jembatan layang di wilayah barat, tepatnya di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: Antara foto/HO-Pemkab Bogor

“Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antar-wilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga,” katanya.

Berdasarkan kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025, trase Parung Panjang-Jasinga lebih direkomendasikan untuk dikembangkan setelah melalui penilaian terhadap 15 kriteria dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam kajian tersebut, jalur Parung Panjang-Jasinga dirancang sepanjang sekitar 27,26 kilometer menggunakan konstruksi at grade atau di permukaan dengan jenis rel heavy rail.

Jalur tersebut direncanakan memiliki enam stasiun baru dan terhubung dengan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Kereta pada jalur itu diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 24 menit serta didukung enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan.

Biaya operasional kereta dalam kajian awal diperkirakan berkisar Rp20.000-Rp30.000 per penumpang.

Ia menjelaskan pengembangan transportasi di wilayah barat tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Selain Parung Panjang-Jasinga, dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga memuat alternatif trase Tenjo-Jasinga.

Trase Tenjo-Jasinga dirancang sepanjang 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun dan melintasi Kecamatan Tenjo hingga Jasinga, sedangkan alternatif Parung Panjang-Jasinga sepanjang sekitar 26,5 kilometer dalam dokumen tersebut dirancang melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo dengan enam titik stasiun.

Pengembangan jalur kereta itu diarahkan untuk melayani pergerakan komuter sekaligus menjadi pengumpan penumpang menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang.

Rencana tersebut juga sejalan dengan pengembangan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan dan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), sedangkan Tenjo diarahkan untuk pengembangan stasiun barang dan penguatan konektivitas jaringan antarkota serta perkotaan.

Ia menegaskan rencana pembangunan transportasi tersebut masih membutuhkan kajian komprehensif, antara lain mengenai trase, kapasitas, keselamatan, tata ruang, kebutuhan lahan, dampak lingkungan, integrasi antar-moda, hingga kelayakan investasi.

Dokumen Dishub Kabupaten Bogor membagi pengembangannya menjadi empat tahapan, dimulai dari pra-studi kelayakan, penentuan trase indikatif dan konsultasi publik.

Tahapan berikutnya meliputi studi kelayakan komprehensif, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), desain awal, penyusunan detail engineering design (DED), pembebasan lahan, serta penentuan skema pendanaan.

Setelah tahapan tersebut rampung, proyek dapat dilanjutkan dengan konstruksi fisik, pengadaan sarana kereta, uji coba terbatas hingga operasional penuh.

“Semua harus dikaji secara komprehensif. Arahan bupati adalah bagaimana kita menyiapkan transportasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan Kabupaten Bogor ke depan,” kata Ajat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.