Depok-Puncak Tersambung Bus Listrik, Wisata Bogor Makin Ngebut

Selasa, 11 Agu 2026, 19:15 WIB

BOGOR – Pengembangan transportasi publik perlu bergeser dari sekadar membangun infrastruktur menuju penciptaan sistem mobilitas yang terintegrasi, terjangkau, aman, dan andal.

Integrasi antarmoda serta konektivitas first mile–last mile menjadi kunci agar masyarakat memiliki alternatif yang lebih menarik dibanding kendaraan pribadi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Dua unit bus listrik di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ M Fikri Setiawan)

Dengan layanan yang konsisten dan mudah diakses, transportasi publik tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas ekonomi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mengkaji pengoperasian bus listrik menuju kawasan wisata Puncak sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto, di Cibinong, Senin (10/8), mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan konsep armada bus listrik yang dikhususkan untuk melayani rute-rute wisata di Kabupaten Bogor.

"Kami meminta ada beberapa unit yang dikhususkan untuk armada pariwisata," kata Rudy.

Ia menjelaskan, sejumlah rute yang sedang dikaji, antara lain Cibinong-Kebun Raya Bogor, Cibinong-Stadion Pakansari-Margo City, hingga rute dari Pakansari menuju kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Menurut Rudy, pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan, sekaligus menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan.

Selain mengembangkan rute wisata, Pemkab Bogor juga masih mengevaluasi uji coba bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Rudy menuturkan pengembangan layanan bus listrik akan diupayakan melalui kolaborasi dengan pihak swasta agar tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Dalam skema yang dikaji, pemerintah daerah menyiapkan lahan parkir, stasiun pengisian daya (charging station), serta sumber daya manusia, sementara pengadaan maupun pengoperasian armada dapat dilakukan melalui kerja sama dengan mitra swasta.

"Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger, dan SDM, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar," ujar Rudy.

Ia menambahkan, pengembangan bus listrik diharapkan tidak hanya memperkuat sistem transportasi publik, tetapi juga meningkatkan akses menuju kawasan wisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Bogor.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.