Real Madrid Bela Kebebasan Sikap Pemain, Mbappe dan Vinicius Tutupi Pesan Solidaritas untuk Ceuta
Kamis, 17 Sep 2026, 00:09 WIBMADRID â Real Madrid membela hak para pemainnya untuk memiliki pandangan berbeda setelah Kylian Mbappe dan Vinicius Jr. memilih menutupi pesan solidaritas untuk masyarakat Ceuta sebelum pertandingan LaLiga melawan Elche, Rabu (16/9) dini hari WIB.
Seluruh pemain kedua tim keluar dari lorong menuju lapangan dengan mengenakan kaus bertuliskan âTodos somos caballasâ, yang berarti âKita semua adalah caballasâ. Caballas merupakan julukan bagi masyarakat Ceuta, wilayah Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara.
Namun, Mbappe dan Vinicius menggulung kaus tersebut hingga setinggi dada sehingga tulisan di bagian depan tidak lagi terlihat. Keduanya kemudian melepas kaus itu sepenuhnya ketika meninggalkan lorong menuju lapangan.
Sementara itu, rekan setim mereka, Ibrahima Konate, memilih memegang kaus tersebut di tangannya.
Aksi solidaritas tersebut muncul setelah lebih dari 70.000 orang tercatat melakukan penyeberangan tidak teratur menuju Ceuta dari Maroko pada Juli. Peristiwa itu kemudian memicu berbagai gerakan solidaritas di sejumlah wilayah Spanyol.
Seorang pejabat Real Madrid mengatakan klub menerima permintaan Elche untuk mengenakan kaus tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Ceuta. Namun, sebagai organisasi, Real Madrid juga menghormati perbedaan pandangan dan memberikan kebebasan kepada setiap pemain untuk menentukan apakah mereka ingin mengenakan kaus tersebut atau tidak.
Sikap Real Madrid terhadap Ceuta sebelumnya juga terlihat dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan pada pekan lalu. Kelompok suporter di sektor belakang gawang membuat koreografi (tifo) dengan membawa sejumlah poster bergambar bendera Ceuta.
Inisiatif mengenakan kaus solidaritas tersebut dipromosikan oleh Asosiasi Pengusaha Valencia. Namun, Barcelona memilih tidak mengenakan kaus itu ketika menghadapi Levante pada Minggu.
Abde Tolak Minta Maaf
Pesan solidaritas tersebut sebelumnya juga memicu reaksi di media sosial. Pada hari Senin, pemain internasional Maroko, Ez Abde, mendapat komentar bernada pelecehan setelah mengenakan kaus tersebut sebelum pertandingan Real Betis melawan Villarreal.
Abde kemudian memberikan respons melalui sebuah pernyataan. Ia menegaskan tidak akan meminta maaf karena mengenakan kaus tersebut.
Menurut Abde, pesan yang disampaikan melalui kaus itu merupakan bentuk dukungan terhadap sebuah komunitas dan persoalan sosial, bukan dukungan terhadap kepentingan politik tertentu.
Perbedaan sikap para pemain tersebut kembali menunjukkan bagaimana pesan solidaritas yang sama dapat dipandang secara berbeda oleh masing-masing individu. Real Madrid memilih memberikan ruang bagi pemainnya untuk menentukan sikap mereka sendiri, sementara klub tetap menyatakan dukungan terhadap inisiatif solidaritas yang telah disepakati dengan Elche.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!
-
Laga Berat Madrid Hadapi Inter
-
Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar
-
Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton
-
Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.