OAP Papua Pegunungan Siap Naik Kelas! Pemprov Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 03:51 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoWAMENA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat mendorong keterampilan pelaku ekonomi kreatif bagi orang asli Papua (OAP) di wilayah tersebut.
Yayasan Shekina Papua menggelar pelatihan pengolahan aneka keripik, olahan buah segar dan aneka kue dari hasil bumi lokal bagi OAP di wilayah Papua Pegunungan selama tiga hari sejak 20-22 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Pegunungan Hulu Bahabol di Wamena, Kamis, mengatakan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Yayasan Shekina Papua sangat luar biasa dalam melatih ibu-ibu dan pemuda dalam berbagai keterampilan ekonomi kreatif.
“Kami hadir mewakili bapak gubernur sangat terkesima dengan apa yang dilakukan oleh Yayasan Shekina Papua dalam memberikan pelatihan bagi OAP khususnya ibu-ibu dan pemuda dalam keterampilan mengolah bahan-bahan lokal menjadi produk yang bisa memiliki nilai jual di pasaran,” katanya.
Dia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Shekina Papua untuk mempersiapkann generasi muda dan masyarakat di Papua Pegunungan untuk memiliki keterampilan dalam sektor ekonomi kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sangat luar biasa yayasan ini membantu mempersiapkan generasi muda muda dan masyarakat untuk memiliki kemampuan di bidang ekonomi dalam hal ini mengelola hasil bumi menjadi produk-produk unggulan di pasaran,” ujar dia.
Dia menjelaskan untuk memberikan dukungan nyata kepada pelaku ekonomi kreatif di Papua Pegunungan pihaknya akan membantu kurang lebih 50 kelompok ekonomi kreatif di delapan kabupaten daerah ini.
“Sesuai arahan dari bapak gubernur maka kami akan membantu 50 pelaku ekonomi kreatif dari delapan kabupaten untuk meningkatkan usaha yang sedang mereka kerjakan saat ini. Besaran nominalnya belum kami putuskan, tetapi jumlahnya 50 kelompok yang ada di delapan kabupaten,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua Yayasan Shekina Papua Pdt Albert Yapo mengatakan kelompok masyarakat terdiri dari ibu-ibu dan pemuda yang mengikuti pelatihan ini dari binaan gereja.
“Kami berharap melalui pelatihan yang singkat ini ibu-ibu dan pemuda yang memang selama ini menjadi binaan gereja dapat mengolah hasil bumi seperti pisang, singkong, hipere menjadi produk-produk UMKM maupun ekonomi kreatif yang memiliki nilai komersial di pasaran,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!