Masyarakat Diimbau Waspadai Bahaya Kabut Asap

Jumat, 21 Agu 2026, 03:07 WIB

PALEMBANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah provinsi di Tanah Air.

Beberapa provinsi yang mulai terdampak di antaranya Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Provinsi Jambi, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Ket. Foto: Warga Kota Palembang menggunakan masker hindari kontak langsung dengan udara yang tercemar asap karhutla. — Sumber: Antara

Selain membatasi jarak pandang, asap juga dikhawatirkan menggangu kesehatan. Atas kondisi itu,Pemerintah Provinsi Sumsel meminta masyarakat di 17 kabupaten dan kota meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah gangguan kesehatan menghadapi puncak musim kemarau 2026, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Menghadapi puncak kemarau tahun ini perlu ditingkatkan PHBS karena terdapat cukup banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap dari karhutla mencemari udara,” kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, kemarin.

Dia menjelaskan, dalam kondisi kualitas udara buruk akibat tercemar asap akibat karhutla, masyarakat harus menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Dua Hari

Sementara itu, penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam dua hari terakhir dibatalkan, karena terganggu kabut asap.

“Hari ini, hari kedua penerbangan yang membatalkan terbang ke Muara Teweh akibat kabut asap kembali tebal,” kata Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Muhammad Amrillah K di Muara Teweh, Kamis (20/8).

Menurut dia, maskapai yang batal terbang ke Muara Teweh pada Rabu (19/8) dan Kamis, yakni Wings Air tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan-Muara Teweh.

Dibatalkannya penerbangan ini, kata dia, karena Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan bandar udara visual jadi visibility (jarak pandang) yang dibutuhkan sekitar 5000 meter lebih, sementara hari ini jarak pandang pada pagi hingga siang hanya 1000 meter. “Karena tidak aman untuk penerbangan, rute tersebut hari ini dibatalkan,” kata Amrillah.

Amrillah mengatakan sebagian penumpang ada yang membatalkan penerbangan dan melanjutkan perjalan menggunakan angkutan darat ke masing-masing kota tujuan yang membutuhkan waktu relatif lama sekitar 9-13 jam.

Bandara Muhammad Sidik, selain melayani penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin setiap hari, juga ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pulang pergi menggunakan pesawat Susi Air (penerbangan perintis).

Sedangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), meminta seluruh siswa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul penurunan kualitas udara akibat asap karhutla.

Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang Asmadi mengatakan, permintaan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan warga sekolah dari paparan asap dan partikel debu di udara.

Terpisah, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memastikan ketersediaan stok logistik medis dalam kondisi aman untuk menghadapi ancaman bencana kabut asap akibat karhutla. “Kami telah mengamankan seluruh stok logistik medis sebagai langkah mitigasi demi melindungi kesehatan warga yang rentan,” ujar Kadinkes Kaltim Jaya Mualimin. Ant/S-2

  • karhutla

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.