Polisi Selidiki Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Diduga Ada Unsur Kesengajaan?
Jumat, 21 Agu 2026, 04:04 WIBKuningan â Kepolisian Resor (Polres) Kuningan, Jawa Barat, menyelidiki penyebab kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan maupun kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama di Kuningan, Kamis (20/8), mengatakan penyelidikan akan dilakukan setelah proses pemadaman dan pendinginan di lokasi selesai serta kondisi kebakaran berangsur normal.
âSaat ini kita dalam tahap pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada faktor kesengajaan maupun kelalaian,â katanya.
Menurut Bellen, petugas gabungan dari TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan kebakaran dengan memadamkan titik api yang tersisa di kawasan TPSA.
Ia mengatakan penyelidikan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu upaya petugas dalam mengendalikan kebakaran yang masih menimbulkan kepulan asap di sejumlah titik.
âKita fokusnya sama-sama memadamkan, ini tanggung jawab kita bersama,â ujarnya.
Bellen memastikan kondisi api di kawasan TPSA Ciniru telah ditangani dengan baik sehingga tidak menyebar lebih luas ke wilayah sekitar. Namun, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengatakan tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik kawasan TPSA.
Proses pendinginan dilakukan di sisi selatan, utara, dan timur TPSA untuk mengurangi titik panas serta kepulan asap yang masih muncul.
âTitip api mulai berkurang, proses pendinginan sedang dilakukan,â kata Indra.
Tim gabungan juga menangani api yang sempat merembet dari kawasan TPSA menuju kebun bambu milik warga. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan mengancam area permukiman maupun lahan warga di sekitar lokasi.
BPBD Kabupaten Kuningan juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon untuk memperoleh citra menggunakan drone thermal. Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan titik-titik panas sehingga petugas dapat menentukan lokasi yang menjadi prioritas dalam operasi pemadaman berikutnya.
Penanganan kebakaran didukung kendaraan pemadam, sejumlah tangki air, dua unit ekskavator, serta empat alat pemadam sprinkler tripod dari BPBD Provinsi Jawa Barat.
Selain peralatan pemadaman, pemerintah juga menyiapkan dapur umum dan layanan kesehatan untuk mendukung kebutuhan personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Indra mengatakan luas area TPSA yang terdampak kebakaran mencapai hampir lima hektare. Petugas gabungan masih bersiaga untuk memastikan seluruh titik api dapat dipadamkan dan kondisi kawasan benar-benar aman.
Penyelidikan kepolisian selanjutnya akan dilakukan lebih mendalam setelah kondisi lokasi memungkinkan untuk pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.