Ternyata Mata bisa “Terbakar” Matahari, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya!
Jumat, 21 Agu 2026, 03:17 WIBJAKARTA - Paparan sinar ultraviolet atau UV berlebihan dapat merusak jaringan pada permukaan mata dan menyebabkan kondisi yang disebut fotokeratitis.
Mengutip laman Health pada Kamis, perawat Brandi Jones, MSN-Ed, RN-BC, mengatakan fotokeratitis terjadi ketika sinar UV merusak jaringan pada permukaan mata, terutama kornea dan konjungtiva.
Kornea merupakan lapisan bening berbentuk kubah di bagian depan mata yang membantu memfokuskan cahaya. Sementara konjungtiva merupakan selaput tipis yang menutupi bagian putih mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata.
Paparan UV dapat berasal dari sinar matahari langsung maupun pantulannya dari beton, pasir, salju, es, dan air. Risiko juga meningkat saat berada di daerah berketinggian, menggunakan lampu UV atau tanning bed, serta melakukan pengelasan tanpa pelindung mata.
Fotokeratitis umumnya terjadi pada kedua mata. Gejalanya meliputi sensasi seperti ada pasir di mata, penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya, nyeri atau rasa terbakar, mata berair, kemerahan, pembengkakan, sakit kepala, serta sensitif terhadap cahaya.
Gejala biasanya muncul enam hingga 12 jam setelah terpapar UV dan dapat berlangsung selama satu hingga dua hari. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat mengalami kehilangan penglihatan atau perubahan kemampuan melihat warna untuk sementara.
Untuk membantu meredakan keluhan, penderita disarankan tidak mengucek mata, mengompres mata yang tertutup dengan kain dingin dan lembap, melepas lensa kontak, serta menghindari cahaya terang. Air mata buatan tanpa bahan pengawet juga dapat membantu mengurangi rasa kering pada mata.
Jika mengalami nyeri berat, cedera mata atau paparan bahan kimia, nyeri pada satu mata, gejala berlangsung lebih dari 48 jam, atau mengalami kehilangan maupun penurunan penglihatan, Brandi menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis.
Fotokeratitis dapat dicegah dengan menggunakan kacamata hitam yang memberikan perlindungan 100 persen terhadap UVA dan UVB atau memiliki label UV400. Kacamata sebaiknya menutupi mata dan area kulit di sekitarnya serta digunakan bersama topi bertepi lebar.
Untuk aktivitas dengan paparan UV tinggi, seperti olahraga di area bersalju atau pengelasan, gunakan pelindung mata khusus dengan perlindungan UV yang sesuai. Ant
- Ternyata Mata bisa “Terbakar” Matahari
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.