UNM dan Universitas Fajar Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Eco-Fashion Bernilai Tinggi
Jumat, 21 Agu 2026, 03:02 WIBMakassar â Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Universitas Fajar membantu Kelompok Payobo Recycle Makassar meningkatkan pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui penerapan teknologi mesin injeksi pneumatik.
Ketua Tim Pelaksana Program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2026 Fauziah mengatakan inovasi tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan mesin produksi, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian kelompok dalam mengolah limbah plastik.
âTeknologi ini kami kembangkan bukan hanya untuk menghadirkan mesin, tetapi juga membantu mitra meningkatkan kemampuan produksi, mengembangkan produk baru, dan mengelola proses secara mandiri,â kata Fauziah di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/8).
Dosen Program Studi Rekayasa Industri UNM itu menjelaskan Payobo Recycle selama ini mengolah sampah plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP) secara manual.
Padahal, limbah plastik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna apabila didukung teknologi tepat guna. Melalui inovasi tersebut, tim pengabdi berupaya membuktikan bahwa sampah plastik dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing ekonomi.
Limbah plastik yang diolah kemudian ditransformasi menjadi berbagai produk, mulai dari ecoboard dan furnitur hingga produk eco-fashion, seperti bingkai kacamata dan aksesori jam tangan.
âTeknologi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi mendukung pengurangan limbah plastik melalui prinsip ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,â ujarnya.
Produksi Lebih Presisi
Inovasi yang diperkenalkan berupa Mesin Injeksi Pneumatik Semi Otomatis yang dilengkapi sistem kontrol suhu digital Proportional-Integral-Derivative (PID) dan sistem pneumatik terintegrasi.
Mesin tersebut dirancang untuk mencetak material HDPE dan PP menjadi produk dengan ukuran lebih presisi, termasuk bingkai kacamata dan aksesori jam tangan.
Sebelumnya, Payobo Recycle yang berlokasi di Jalan Asrama Haji Sudiang, Makassar, hanya mengandalkan tungku LPG dalam proses pengolahan sampah plastik tanpa sistem pengendalian suhu.
Metode manual tersebut membuat kapasitas produksi kelompok hanya sekitar 10 unit per pekan. Selain kapasitas yang terbatas, risiko produk cacat juga cukup tinggi, seperti permukaan melengkung dan ukuran yang tidak sesuai sehingga hasil produksi kurang rapi.
Dengan beralih ke produk eco-fashion yang berukuran lebih ringkas, Payobo Recycle juga berpeluang memangkas biaya pengiriman sekaligus memperluas pemasaran melalui platform e-commerce dan media sosial.
Selain memberikan teknologi mesin, tim pengabdi memberikan pendampingan terpadu yang mencakup pengoperasian dan perawatan mesin, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengendalian mutu, hingga manajemen bisnis.
Pendampingan juga mencakup perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pencatatan stok, serta penguatan branding agar produk hasil daur ulang memiliki nilai jual yang lebih kompetitif.
Program pengabdian tersebut merupakan hasil kolaborasi tim dosen UNM dan Universitas Fajar bersama Kelompok Payobo Recycle. Kegiatan itu mendapat dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program BIMA 2026 dengan UNM sebagai institusi pelaksana.
Program bertajuk âPenerapan Teknologi Mesin Injeksi Pneumatik untuk Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kemandirian Ekonomi Kelompok Payobo Recycleâ tersebut dilaksanakan Fauziah bersama dua anggota tim, yakni Muh Bhilal Halim dari UNM dan Muhammad Yusuf Ali dari Universitas Fajar.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wabah Ebola di Kongo Makin Tak Terkendali, Korban Tewas Tembus 500 Orang
-
Brasil Waspadai Catatan Buruk Kontra Norwegia, Ancelotti Bidik Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Efek Libur Sekolah Terasa di Terminal Pulo Gebang
-
BMKG: Gelombang 1,25–2,5 Meter Berpeluang Terjadi di Kaltara
-
Dihantam Suhu Ekstrem, Rombongan Migran Afghanistan Tersesat di Gurun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.