Jangan Sampai Punah! Dekranasda Malinau Dorong Pelestarian Budaya Lewat Membatik
Jumat, 21 Agu 2026, 03:54 WIBMALINAU - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), menggelar pelatihan membatik untuk melestarikan warisan budaya daerah dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat.
âDalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dekranasda Kabupaten Malinau menggelar pelatihan membatik selama enam hari,â ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau Maylenty Wempi di Malinau, Kaltara, Kamis.
Maylenty mengatakan pelatihan yang mengusung tema "Berkarya dengan Kreativitas, Melestarikan Warisan Budaya" itu dilaksanakan mulai 18-23 Agustus dan bertempat di Rumah Batik, Kecamatan Malinau Kota.
Menurut dia, pelatihan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya daerah yang mana Malinau memiliki 11 etnis lokal dengan kekayaan ragam budaya melalui ukiran dan bisa diaplikasikan menjadi motif batik.
Karena itu, pelatihan membatik ini diikuti sebanyak dua orang peserta perwakilan dari masing-masing etnis yang ada di Malinau, yaitu Lundayeh, Kenyah, Tidung, Kayan, Sa'ban, Bulungan, Tahol, Punan, Abai, Tingalan dan Bulusu serta perwakilan dari Pemuda Milenial Malinau.
âPelatihan membatik tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Tetapi para peserta benar-benar mengikuti seluruh pelatihan dengan serius sehingga mampu menghasilkan karya sekaligus mengembangkan keterampilan membatik di Kabupaten Malinau,â katanya.
Dengan adanya pelatihan membatik ini, lanjutnya, diharapkan akan muncul pembatik-pembatik baru di Bumi Intimung, Kabupaten Malinau.
âKita harapkan kegiatan membatiknya dilakukan di Malinau, pekerjanya masyarakat Malinau dan hasilnya juga kembali untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Malinau," ujar Maylenty.
Sesuai pesan dari Bupati Malinau Wempi W Mawa, kata Maylenty, diharapkan agar setiap suku di Kabupaten Malinau dapat memunculkan motif batik khas suku masing-masing sehingga dapat merepresentasikan kekayaan budaya dan karakter masyarakat di daerah.
Oleh sebab itulah, Dekranasda Malinau juga melibatkan kaum milenial dengan ide-ide baru dan kreativitas barunya.
Lebih lanjut, Maylenty berharap melalui pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam melahirkan perajin batik baru, memperkuat identitas budaya daerah, mengembangkan motif khas di Malinau serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
âJangan sampai pembatik kita hanya dari generasi yang sudah tua, tetapi anak-anak muda Malinau juga harus mengambil bagian dalam melestarikan budaya,â katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Gloria Steinem, Simbol Gerakan Perempuan Amerika Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun
-
Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol
-
Gempa M7,7 NTT, 68 Orang Meninggal dan 213 Luka
-
Wakil Wali Kota Jakbar: Upaya Cegah Narkoba Harus Jadi Prinsip Sosial
-
Pemprov Lampung Dapat Bantuan Bibit untuk Kembangkan Kawasan Cabai Seluas 83 Ha
-
Menaker Yassierli: Sebanyak 40.962 Peserta Lolos Ikuti Magang Nasional 2026 Batch 2
-
Kabar Baik! OJK Sumut Genjot Literasi Keuangan Lewat 406 Kegiatan hingga Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.