Persaingan Scudetto Serie A Italia Memasuki Era Baru

Kamis, 20 Agu 2026, 06:53 WIB

MILAN - Inter Milan tetap menjadi tim yang paling pantas ditempatkan sebagai favorit dalam perebutan Scudetto musim baru Serie A yang dimulai Sabtu (22/8). Namun label favorit tidak lagi berarti dominasi. Setelah beberapa musim persaingan gelar cenderung dikuasai oleh tim tertentu Serie A kini memasuki fase baru ketika hampir semua kandidat utama melakukan perubahan besar.

Inter datang sebagai juara bertahan setelah musim lalu mengawinkan gelar Serie A dengan Coppa Italia. Keunggulan mereka bukan semata karena memiliki skuad paling superior tetapi juga karena mampu menjaga konsistensi ketika Napoli dan AC Milan kehilangan momentum di tengah kompetisi.

Ket. Foto: Para pemain Inter Milan bertepuk tangan saat merayakan kemenangan dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Lazio dan Inter Milan di Stadion Olimpiade, Roma. — Sumber: Alberto PIZZOLI / AFP

Keuntungan seperti itu belum tentu kembali terulang. Inter tengah menjalani regenerasi besar. Cristian Chivu dipercaya melanjutkan pekerjaan dengan tugas mempertahankan identitas permainan sekaligus menyatukan pemain lama dan wajah-wajah baru.

Yann Sommer telah pergi dan Ivan Provedel didatangkan dari Lazio sebagai pelapis Josep Martinez. Di lini belakang perubahan bahkan lebih mencolok. John Stones dan Manuel Akanji datang membawa pengalaman dari Manchester City sementara Djed Spence diproyeksikan memperkuat sektor pertahanan.

Akanji dipermanenkan setelah menjalani masa peminjaman musim lalu. Pemain Swiss berusia 31 tahun itu akan menjadi salah satu figur penting dalam proses transisi pertahanan Inter. Ia harus membantu mengisi ruang yang ditinggalkan Denzel Dumfries yang pindah ke Real Madrid dan Stefan de Vrij yang bergabung dengan Panathinaikos.

Di depan Inter masih memiliki fondasi yang relatif aman. Lautaro Martinez dan Marcus Thuram tetap menjadi tumpuan utama. Duet tersebut terbukti mampu membawa Inter meraih dua trofi musim lalu dan menjadi alasan kuat mengapa Nerazzurri masih berada di barisan terdepan.

Namun sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu. Chivu harus membuktikan bahwa perubahan besar di belakang tidak mengganggu keseimbangan tim. Inter musim lalu menjadi juara karena mampu mengontrol pertandingan dan memanfaatkan kegagalan lawan. Musim baru mungkin menuntut lebih dari sekadar konsistensi.

Jika Inter melakukan regenerasi secara bertahap, Milan memilih jalan yang lebih radikal. Kegagalan musim lalu berujung pada pemecatan Massimiliano Allegri dan kedatangan Ruben Amorim. Milan berharap Amorim membawa energi baru melalui sepak bola yang lebih agresif. Harapan itu diperkuat dengan perekrutan Goncalo Ramos dari Paris Saint Germain.

Kehadiran striker tersebut menunjukkan bahwa Milan menyadari salah satu masalah terbesar musim lalu adalah produktivitas lini depan. Rafael Leao dan Christian Pulisic tidak mampu mencetak gol secara konsisten pada saat tim membutuhkan mereka. Akibatnya Milan kehilangan banyak poin dan semakin jauh dari persaingan gelar.

Napoli menghadapi dilema berbeda. Keputusan menggantikan Antonio Conte dengan Allegri membuat sebagian pendukung mempertanyakan arah permainan klub. Napoli selama beberapa tahun terakhir identik dengan sepak bola menyerang dan pemain kreatif. Khvicha Kvaratskhelia dan Victor Osimhen pernah menjadi simbol era tersebut sebelum kemudian Scott McTominay dan Romelu Lukaku menjadi bagian penting dari kekuatan mereka.

Juventus juga belum berada dalam kondisi ideal untuk langsung menguasai Serie A. Klub tetap memberikan kepercayaan kepada proyek jangka panjang Luciano Spalletti meski musim sebelumnya mengecewakan.

Manajemen Juventus memilih pembangunan bertahap. Randal Kolo Muani menjadi salah satu rekrutan penting yang diharapkan memperkuat lini depan. Juventus membutuhkan lebih dari sekadar pemain baru untuk kembali menjadi kekuatan dominan. Mereka membutuhkan struktur permainan dan konsistensi yang selama ini menjadi ciri klub pada era kejayaannya.

Ancaman Como

Sementara itu Como dan AS Roma berpotensi menjadi kekuatan pengganggu. Como asuhan Cesc Fabregas melampaui ekspektasi dengan memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya. Setelah mengejutkan Serie A musim lalu mereka kini harus membuktikan bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar kejutan satu musim.

Trevoh Chalobah didatangkan dari Chelsea untuk memperkuat skuad. Namun keputusan mempertahankan Nico Paz menjadi langkah yang jauh lebih strategis. Real Madrid tertarik membawa kembali pemain Argentina tersebut tetapi Como berhasil mempertahankannya.

Roma juga datang dengan modal positif. Mereka mengakhiri musim lalu dengan tujuh pertandingan tanpa kekalahan dan melesat ke posisi ketiga. Kini Gian Piero Gasperini memasang target lebih tinggi dengan ambisi membawa Roma melangkah jauh di Liga Champions. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.