Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNICEF Ungkap Krisis Pangan di Gaza Akibat Terhambatnya Penyaluran Bantuan

📅 Senin, 25 Agu 2025, 19:18 WIB | Oleh:
UNICEF Ungkap Krisis Pangan di Gaza Akibat Terhambatnya Penyaluran Bantuan Doc: Reuters/Hatem Khaled
Ket. Warga Palestina berkumpul saat menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Khan Younis, Jalur Gaza.

ISTANBUL - Krisis kelaparan di Gaza terjadi akibat terhambatnya penyaluran bantuan (oleh Israel), bukan karena kekurangan pangan. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, Minggu (24/8), di tengah laporan bahwa anak-anak terus meninggal akibat kelaparan.

“Anak-anak telah berbulan-bulan hidup tanpa makanan yang cukup,” kata Russell kepada CBS. “Kita menyaksikan situasi mengerikan di mana anak-anak berada di ambang kelaparan dan akhirnya meninggal karena kelaparan.”

Russell menekankan bahwa krisis ini seharusnya bisa dicegah. Menurutnya, pangan sebenarnya tersedia di dekat wilayah tersebut, tetapi tidak bisa sampai ke warga yang membutuhkan.

“Ini bukan karena badai atau kekeringan. Ini terjadi karena kami tidak bisa menyalurkan cukup bantuan kepada anak-anak itu,” ujarnya.

Menanggapi klaim pemerintah Israel yang membantah adanya kondisi kelaparan, Russell membela penilaian PBB.

Ia menjelaskan bahwa Klasifikasi Tahap Kerawanan Pangan Terpadu (IPC) yang memastikan adanya kelaparan di Gaza utara, dilakukan oleh para ahli independen berdasarkan tingkat kekurangan pangan, angka gizi buruk, dan jumlah kematian akibat kelaparan.

“Kita tahu anak-anak meninggal, bukan? Saya lelah dengan perdebatan apakah informasi yang kami sampaikan benar atau tidak,” kata Russell. Ia menyerukan agar media internasional diberi akses ke Gaza untuk memverifikasi kondisi di lapangan.

Russell juga mengkritik mekanisme Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang dijalankan Israel. Ia menyebut metode distribusi GHF bertentangan dengan standar kemanusiaan.

Menurutnya, PBB sebelumnya mampu mengoperasikan 400 titik distribusi bantuan, sementara GHF hanya mengandalkan empat lokasi. “Izinkan kami bekerja. Biarkan kami masuk. Kami tahu bagaimana melakukan distribusi ini,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, mekanisme tersebut telah menyebabkan lebih dari 2.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 15.000 orang lainnya terluka saat menunggu bantuan.

Pada Jumat, IPC mengonfirmasi bahwa kelaparan telah melanda Gaza utara dan diperkirakan akan meluas ke wilayah selatan pada akhir September. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.