Menelusuri Potensi Budaya di Situs Buyut Kiwot
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisCirebon - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menelusuri potensi sejarah dan budaya Situs Buyut Kiwot, Desa Wotgali, Kecamatan Plered, sejak akhir September 2026 untuk melengkapi pendataan warisan budaya di daerah tersebut.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno di Cirebon, Kamis, mengatakan penelusuran dilakukan dengan melihat langsung kondisi situs, lingkungan sekitar, sejarah, serta tradisi masyarakat yang masih berkaitan dengan keberadaan Situs Buyut Kiwot.
“Kami ingin memastikan berbagai informasi mengenai situs ini dapat terdokumentasi dengan baik, termasuk sejarah, kondisi fisik, serta tradisi masyarakat yang masih berlangsung hingga saat ini,” katanya.
Ia menjelaskan pengumpulan informasi dengan memanfaatkan berbagai sumber, antara lain keterangan masyarakat, tradisi lisan, sumber tertulis, dokumentasi, serta data pendukung lain yang berkaitan dengan sejarah situs.
Menurut dia, hasil penelusuran juga untuk mengetahui potensi Situs Buyut Kiwot sebagai objek yang memiliki nilai cagar budaya melalui tahapan pendataan, dokumentasi, penelitian, dan kajian.
“Penentuan status cagar budaya membutuhkan proses pendataan dan kajian untuk mengetahui nilai penting suatu objek, sehingga tidak hanya berdasarkan usia peninggalannya,” ujarnya.
Selain peninggalan fisik, Disbudpar mencatat sejumlah tradisi masyarakat yang masih berlangsung dan memiliki keterkaitan dengan Situs Buyut Kiwot, seperti Kliwonan, pergantian sirap atau welit, iring-iringan, dan kegiatan gotong royong.
Fajar mengatakan keberadaan tradisi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga warisan budaya karena nilai sejarah juga dapat ditemukan dalam praktik masyarakat yang masih berlangsung.
“Pelestarian budaya tidak hanya menjaga peninggalan fisiknya, tetapi juga menjaga tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan oleh masyarakat,” katanya.
Ia menyebut potensi budaya di kawasan Situs Buyut Kiwot dapat dikembangkan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat melalui kesenian, kerajinan, kuliner tradisional, dan produk lokal dengan tetap memperhatikan nilai sejarahnya.
Penelusuran itu juga melibatkan Pemerintah Desa Wotgali, tokoh masyarakat, dan warga yang mengetahui sejarah serta tradisi setempat guna melengkapi informasi mengenai situs tersebut.
“Kami selanjutnya dapat melanjutkan pendataan melalui dokumentasi kondisi situs, pengumpulan sumber sejarah, pencatatan tradisi, dan kajian terhadap nilai budaya yang terdapat di kawasan Situs Buyut Kiwot,” ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!