Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 11:09 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum keamanan nasional yang membuka ruang bagi perusahaan swasta AS untuk terlibat dalam operasi siber ofensif terhadap organisasi kriminal transnasional di luar negeri.
Dari The Guardian, memorandum yang ditandatangani pada Rabu waktu setempat itu mengarahkan pemerintah AS untuk memanfaatkan kemampuan perusahaan teknologi dan keamanan siber dalam menghadapi kelompok kriminal asing.
Gedung Putih menyatakan kebijakan tersebut bertujuan untuk:
“Memanfaatkan kemampuan dan inovasi sektor swasta untuk membantu melakukan operasi siber ini di bawah arahan, kendali, dan wewenang pemerintah AS.”
Dengan kebijakan ini, perusahaan swasta dapat dilibatkan dalam operasi yang sebelumnya lebih banyak dilakukan oleh lembaga pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, memorandum tersebut tidak memberikan kewenangan bebas kepada perusahaan untuk melakukan serangan siber sendiri.
Perusahaan hanya dapat menjalankan operasi siber terbatas berdasarkan arahan pemerintah AS dan terhadap target yang telah ditentukan.
Kerangka kerja yang ditetapkan memorandum juga memungkinkan perusahaan swasta bekerja sama dengan lembaga federal, pemerintah negara bagian, pemerintah lokal, serta entitas suku dan teritorial untuk mengumpulkan informasi mengenai ancaman dari organisasi kriminal transnasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengusulkan operasi siber terhadap kelompok yang menjadi target.
Departemen Keamanan Dalam Negeri atau DHS ditugaskan membentuk sebuah program untuk menjalankan operasi siber yang ditujukan mengganggu organisasi kriminal transnasional asing.
Program tersebut akan berada di bawah pengawasan DHS dan Departemen Kehakiman AS.
Perusahaan swasta yang telah melalui proses verifikasi dapat dilibatkan dalam dua jenis operasi, yakni operasi pengawasan siber dan operasi dampak siber.
Dalam memorandum tersebut, operasi dampak siber mencakup tindakan untuk memanipulasi, mengganggu, menolak akses, menurunkan kinerja, atau menghancurkan sistem informasi dan jaringan tertentu, termasuk infrastruktur fisik atau virtual yang bergantung pada sistem informasi.
Perusahaan yang ikut serta juga diwajibkan menyediakan jaminan atau dana escrow sedikitnya 1 juta dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!