Trump Minta Eropa Lepaskan Cadangan Solar untuk Atasi Kelangkaan

Jumat, 02 Okt 2026, 12:15 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya akan meminta Eropa untuk melepaskan sebagian cadangan bahan bakar solar untuk menurunkan harga.

"Ya, kami mungkin akan melakukan itu. Mereka memiliki sejumlah solar, tetapi harganya sedang turun," kata Trump kepada para wartawan, Kamis (1/10).

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan meminta Eropa untuk melepaskan sebagian cadangan bahan bakar solar untuk menurunkan harga. — Sumber: Yahoo

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan negara-negara Eropa seharusnya meniru upaya AS mengatasi kelangkaan solar yang sedang terjadi secara global.

Sebelumnya, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan AS akan mendesak negara-negara Uni Eropa untuk melepaskan cadangan blok ekonomi tersebut. Greer akan menyampaikan pesan tersebut segera kepada para pejabat.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS sedang memenuhi komitmennya untuk membantu menstabilkan pasar energi global. Mitra-mitra kami di Eropa harus mempercepat pelaksanaan komitmen yang sudah ada dan segera menyediakan pasokan tambahan untuk mengatasi gangguan yang sedang berlangsung," kata Bessent.

Dia juga menekankan bahwa petani, pengemudi truk, dan pelaku usaha di seluruh AS tidak boleh dibebani tanggung jawab untuk mengatasi kelangkaan solar yang sedang berlangsung.

"Amerika telah melakukan bagiannya. Kami berharap sekutu kami mewujudkan komitmen mereka melalui tindakan nyata," ujar Bessent.

Media juga melaporkan pemerintahan Trump telah menuntut Prancis dan Jerman untuk mulai menggunakan cadangan bahan bakar solar darurat mereka untuk membantu menurunkan harga global.

Pada akhir September, Politico melaporkan pemerintahan Trump sedang menyusun rencana untuk memberlakukan larangan ekspor bahan bakar diesel selama 90 hari, dalam upaya menurunkan harga energi yang mencapai rekor tertinggi menjelang pemilihan umum sela pada November nanti.

Eskalasi konflik di Timur Tengah nyaris menghentikan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan utama bagi minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair di tingkat global.

Akibatnya, harga bahan bakar pun naik di banyak negara.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.