Korsel Peringatkan Ukraina Jika Tak Minta Maaf Secara Terbuka terkait Tentara Korut

Jumat, 02 Okt 2026, 10:42 WIB

SEOUL - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan, Jumat (2/10), Seoul akan mengambil "langkah lebih lanjut" jika Ukraina menolak meminta maaf secara terbuka atas apa yang disebutnya sebagai pengungkapan sepihak tentang tawanan perang Korea Utara yang dikirim ke Korea Selatan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu mengungkapkan, negaranya telah mengirim dua tentara Korea Utara ke Korea Selatan, dan mengatakan mereka "tidak mudah ditangkap hidup-hidup".

Ket. Foto: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berbicara saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Blue House di Seoul, Korea Selatan, pada 18 September 2026. — Sumber: AP

Beberapa jam setelah pernyataan Zelensky di PBB, Lee menyatakan kekecewaannya, dengan mengklaim kerahasiaan adalah kunci untuk melindungi keluarga tawanan perang dari segala dampak buruk di Korea Utara.

Seoul kemudian menuntut permintaan maaf resmi dari Ukraina.

"Jika Ukraina terus menolak untuk mengakui fakta dan meminta maaf secara terbuka, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut," kata Presiden Korea Selatan pada hari Jumat, menuduh Kyiv membuatnya tampak seperti "pembohong".

"Ini adalah masalah yang menyangkut martabat Republik Korea dan rakyatnya dan tidak dapat diabaikan," tulis Lee di X.

Lee merujuk pada wawancara dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha yang diterbitkan oleh RBC-Ukraina dan media Ukraina lainnya pada hari Kamis.

Sybiha mengatakan, dia "tidak ingin menyebutnya sebagai insiden", melainkan menggambarkannya sebagai "kesalahpahaman diplomatik".

"Korea Selatan adalah negara penting bagi kami. Dan saya sangat berharap akan adanya momentum, kerja sama yang berkelanjutan, dan hasil nyata yang memang sedang kita capai bersama mereka," katanya.

  • Tentara Korea Utara

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.