Denny JA Terpilih Kembali Secara Aklamasi Menjadi Ketua Umum SATUPENA 2026–2031
Jumat, 14 Agu 2026, 00:10 WIBDenny JA kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA untuk periode 2026â2031. Pemilihan berlangsung dalam Kongres SATUPENA yang digelar secara daring pada Kamis (13/8) melalui Dewan Formatur.
Dalam pidato penerimaannya, Denny menyampaikan salah satu agenda utama kepemimpinannya lima tahun ke depan adalah mengupayakan pembentukan dana abadi SATUPENA. Dana tersebut ditujukan untuk menopang kegiatan riset, penciptaan karya, penerbitan, serta pemberian penghargaan bagi penulis.
"Indonesia harus memiliki komunitas penulis yang mampu bertahan lebih dari seratus tahun," kata Denny dalam kongres.
Kongres SATUPENA dihadiri sekitar 251 penulis dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Peserta mengikuti kongres secara daring maupun melalui surat kuasa.
Menurut Denny, organisasi yang mampu bertahan hingga lebih dari satu abad bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga membangun memori kelembagaan, jaringan antargenerasi, tradisi intelektual, serta kemampuan memberikan dukungan kepada anggotanya secara berkelanjutan.
"Dana abadi akan memudahkan penulis melakukan riset dan berkarya. Jangan sampai karya penting gagal lahir hanya karena penulisnya tidak mempunyai biaya yang cukup," ujarnya.
Belajar dari Organisasi Penulis Dunia
Denny menyebut sejumlah organisasi penulis dunia yang telah bertahan lebih dari satu abad sebagai inspirasi. The Society of Authors di Inggris telah berdiri sejak 1884, sementara Authors Guild di Amerika Serikat berdiri sejak 1912. Adapun PEN International lahir di London pada 1921 dan kemudian berkembang menjadi jaringan penulis lintas negara.
Keberlangsungan organisasi-organisasi tersebut, menurut Denny, menunjukkan bahwa komunitas penulis dapat melampaui usia satu abad apabila manfaat bagi anggota, regenerasi, pendanaan, identitas, serta tata kelola dibangun menjadi tradisi kelembagaan.
Karena itu, visi SATUPENA untuk bertahan hingga 100 tahun bukan sekadar target usia organisasi. Denny menilai tantangan berikutnya adalah mengubah kekuatan kepemimpinan personal menjadi sistem kelembagaan yang dapat diwariskan.
"Visi seratus tahun SATUPENA bukan sekadar ambisi mengenai umur. Ia merupakan transformasi dari organisasi yang bergantung figur menuju organisasi yang bertumpu institusi," katanya. Dinilai Berhasil Mengonsolidasikan SATUPENA
Sekretaris Jenderal SATUPENA periode 2021â2026, Satrio Arismunandar, menyatakan dukungan terhadap terpilihnya kembali Denny antara lain didasarkan pada rekam jejaknya dalam membangun berbagai inisiatif baru.
Satrio menyebut Denny memiliki kemampuan inovasi, keberanian mengambil risiko, jaringan luas, dan orientasi pada hasil yang membuatnya dinilai mampu membawa perubahan di berbagai bidang.
Dalam dunia politik, Denny dikenal sebagai konsultan yang turut memperkenalkan tradisi survei dan konsultan politik modern. Di bidang sastra, ia memperkenalkan puisi esai yang kemudian berkembang ke sejumlah negara di kawasan ASEAN. Pada 2025, Denny juga memperoleh BRICS Literature Award atas inovasinya di bidang sastra.
Berita Terkait:
-
Empat Agensi K-pop Terkemuka Bersatu Garap Festival Musik "Coachella" versi Korea
-
Trump Klaim Investasi Manufaktur AS Capai US$19,2 Triliun, AI Disebut Bakal Menguras Listrik Amerika
-
Denny Ja Tekankan Suara Asia–afrika Di Brics Award
-
Dua Penghargaan Brics Award 2025 Untuk Dua Sastrawan Dunia
-
Pameran Sumatra Menangis dan Kritik Ekologi digelar di Galeri Lukisan Denny JA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.