TNI AD Bangun Rumah Layak Huni untuk Guru Mengaji di Pedalaman Aceh Utara.

Jumat, 14 Agu 2026, 00:38 WIB

TNI AD melalui Korem 011/Lilawangsa membangun rumah layak huni untuk salah seorang guru mengaji
Katratunida (28) di pedalaman Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Danramil 02 Kuta Makmur, Letda Infanteri Andriyanto, di Aceh Utara , Kamis, menyampaikan bahwa renovasi total menjadi bangunan permanen ini ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari ke depan.

Ket. Foto: Prajurit TNI AD saat membongkar rumah guru ngaji untuk dibangun kembali menjadi layak huni, di Aceh Utara, Kamis (13/8/2026). — Sumber: Antara Foto

"Kami berharap rumah baru ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang aman bagi Ibu Katratunida sekeluarga, tetapi juga menjadi tempat yang representatif bagi beliau untuk terus mengajar ilmu agama kepada santri-santrinya," kata Letda Inf Andriyanto.

Aksi bedah rumah Katratunida ini bermula saat sejumlah prajurit TNI sedang melakukan survei jembatan rusak akibat banjir di desa setempat yang kini tengah dibangun jembatan gantung garuda, dikerjakan secara gotong-royong oleh para prajurit TNI bersama warga

Kemudian, Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran melihat rumah yang bersangkutan dan mengeceknya, dan akhirnya timbul niat membantu untuk membangun guru mengaji tersebut lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Saat ini, proses pembongkaran rumah lama sudah mulai dilakukan secara gotong royong oleh prajurit Koramil 02 Kuta Makmur jajaran Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat setempat.

Sebagai informasi, sejak lima tahun terakhir, Katratunida mendidik puluhan anak-anak membaca Al Quran tanpa memungut biaya sepeserpun.

Namun, dibalik kegigihannya, Katratunida bersama suaminya, Khodirun, dan kedua anak mereka harus tinggal di sebuah rumah yang nyaris lapuk, berdinding rapuh, dan beratap daun rumbia yang bocor di sana-sini.

"Kalau hujan, air langsung masuk. Anak-anak saya sampai bilang, 'Ibu, rumah kita kebanjiran. Demi menenangkan mereka, saya terpaksa menghibur dan bilang. Enggak apa-apa, ayo kita nonton air terjun di dalam rumah," kata Katratunida.

Setiap hari, rumah sempit dan lapuk tersebut menjadi tempat belajar bagi sekitar 35 santri dan pembinaan 20 remaja untuk perlombaan keagamaan seperti MTQ. Karena keterbatasan tempat, proses belajar sering kali harus dibagi menjadi beberapa gelombang atau menumpang di balai desa.

Katratunida tidak pernah mematok tarif, tetapi hanya menerima infak sukarela seikhlasnya dari orang tua santri bagi yang memberi. Baginya, bantuan rumah layak huni tersebut merupakan jawaban langsung dari Allah SWT atas doa-doanya selama ini.

"Kami sangat bersyukur atas kepedulian bapak Jenderal Ali Imran kepada warga pedalaman seperti kami. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan untuk memimpin Aceh menjadi lebih baik," demikian Katratunida.

  • Korem 011 Lilawangsa

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.