Mendorong Entrepreneurship Desa untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Jumat, 14 Agu 2026, 00:00 WIB

Pengentasan kemiskinan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah desa untuk mengubah masyarakat dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi produktif, melalui penguatan entrepreneurship, UMKM, komoditas unggulan, dan rantai nilai.

Kemiskinan tidak lagi bisa dipandang semata sebagai persoalan angka statistik, melainkan sebagai persoalan struktural yang membutuhkan keterlibatan nyata hingga ke tingkat desa. Ketika jutaan masyarakat masih hidup dalam kemiskinan, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan program bantuan sosial.

Ket. Foto: Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko — Sumber: ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA

Dibutuhkan strategi yang mampu mengubah masyarakat dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang produktif. Dalam konteks tersebut, desa memiliki posisi strategis.

Pemerintah desa bukan hanya pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal. Partisipasi perangkat desa, kepala desa, dan seluruh ekosistem pemerintahan desa menjadi penting untuk memastikan potensi ekonomi di masing-masing wilayah benar-benar diolah menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja.

Namun, pengentasan kemiskinan membutuhkan lebih dari sekadar program. Entrepreneurship menjadi salah satu kunci karena kemiskinan tidak akan berkelanjutan untuk dientaskan jika masyarakat tidak memiliki akses terhadap kegiatan ekonomi yang menciptakan pendapatan.

Desa perlu didorong melahirkan wirausaha baru, memperkuat UMKM, mengembangkan komoditas unggulan, serta membangun rantai nilai agar aktivitas ekonomi tidak berhenti pada produksi bahan mentah.

Lebih jauh, agenda tersebut harus ditempatkan dalam kerangka industrialisasi. Negara tidak akan mampu naik kelas hanya dengan mengandalkan konsumsi dan perdagangan komoditas primer.

Nilai tambah harus diciptakan di dalam negeri, termasuk dari desa. Karena itu, desa perlu diposisikan sebagai bagian dari mata rantai industri nasional, bukan sekadar wilayah pemasok bahan baku.

Untuk mengulas strategi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, berikut pernyataan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko dalam beberapa kesempatan yang dirangkum wartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini.

Apa pendekatan utama BP Taskin dalam percepatan pengentasan kemiskinan?

Pendekatan ini melibatkan sembilan sektor utama yakni pangan, hunian, perumahan, energi terbarukan, transportasi, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, dan industri digital.

Bagaimana posisi kesembilan sektor tersebut dalam strategi BP Taskin?

Sembilan sektor ini menjadi ekosistem kewirausahaan baru, di mana masyarakat miskin dapat berperan sebagai wirausaha.

Saat ini program apa yang sedang disusun BP Taskin?

BP Taskin sedang menyusun rencana induk percepatan pengentasan kemiskinan. Pembahasan itu akan dilanjutkan pada Februari 2024, sambil menunggu RPJMN, untuk membahas pendekatan pembangunan ekosistem dari, oleh, dan untuk masyarakat miskin.

Bagaimana BP Taskin melihat soal jiwa kewirausahaan masyarakat miskin?

Pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan memerlukan pendekatan yang memungkinkan masyarakat miskin memiliki jiwa kewirausahaan. Memang, ada yang mengatakan bahwa tidak semua orang bisa memiliki jiwa kewirausahaan.

Lalu bagaimana jika ada masyarakat yang tidak berminat menjadi wirausaha?

Bagi yang tidak berminat, bukan tidak mampu, mereka bisa diarahkan untuk menjadi pekerja di sektor industri yang ada.

Bagaimana dengan masyarakat yang berminat tapi belum mampu?

Bagi yang berminat tapi belum mampu, hal itu lebih mudah. Kalau ada kemauan, tinggal diberikan pelatihan.

20260813222451_WWC-Budiman-Sudjatmiko001.jpg

ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA

Upaya apa yang sedang dikaji BP Taskin untuk mendukung modal usaha?

Saat ini BP Taskin sedang mengkaji berbagai alternatif, salah satunya mempertimbangkan apa saja yang bisa dialihkan, untuk mendukung modal usaha produktif.

Ada Rapat terbatas yang anda hadiri di Istana pada 12 Februari 2026. Itu soal Soal Integrasi Program Pengentasan Kemiskinan. Apa yang BP Taskin laporkan kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas tersebut?

Kami menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto supaya dari BP Taskin merangkaikan program-program strategis beliau dari Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan, program perumahan, kemudian program yang lain-lain itu supaya bisa berbicara satu sama lain sebagai satu ekosistem. Tadi kami sampaikan kepada beliau dan beliau menerima laporan.

Apa arahan utama Presiden terkait pengentasan kemiskinan?

Arahan-arahan Pak Presiden adalah pengentasan kemiskinan nggak mungkin terjadi, orang terentaskan itu bisa jadi jatuh miskin kalau lembaga seperti Koperasi, Kampung Nelayan nggak diperkuat. Jadi harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Kunci agar masyarakat yang sudah keluar dari kemiskinan tidak jatuh lagi apa?

Penguatan kelembagaan ekonomi rakyat menjadi kunci. Lembaga seperti Koperasi dan Kampung Nelayan harus diperkuat agar masyarakat tidak kembali terjerumus ke dalam kemiskinan.

Usulan apa yang BP Taskin sampaikan kepada Presiden agar program-program ini efektif?

Kami juga menganjurkan bahwa bagaimana supaya Kampung Nelayan, Koperasi, segala macam juga bisa kuat secara finansial, dan aktivitas produktif bisa didorong, kemudian masyarakat, anggota-anggota bisa merasakan.

Apa langkah selanjutnya setelah rapat ini?

Kami menyampaikan beberapa usulan dan diskusi dengan Bapak Presiden, Bapak Presiden akan memberikan arahan lebih lanjut. Kita tunggu saja arahan dari beliau ya.

Ada Penandatangan Nota Kesepahaman antara Kemkomdigi dan BP Taskin yang pada 4 Februari 2026. Ini Soal Sistem Digital untuk Pengentasan Kemiskinan Dalam hal ini apa peran sektor digital dalam upaya pengentasan kemiskinan menurut BP Taskin?

Sektor digital memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Akses terhadap teknologi digital membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat di tingkat akar rumput.

Bisa dijelaskan inisiatif program SITASKIN dari BP Taskin?

BP Taskin memiliki inisiatif program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau SITASKIN dengan pendekatan: Berdata, Berdana, dan Berdaya.

Bagaimana mekanisme "Berdata, Berdana, dan Berdaya" itu dijalankan?

Melalui skema tersebut, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya.

Apa itu "Poin Amal Sosial" yang disebutkan?

Orang yang telah berkontribusi dengan baik mendapatkan Poin Amal Sosial yang bisa ditukar di dalam komunitasnya.

Bentuk dukungan apa yang diharapkan BP Taskin dari Kemkomdigi untuk program ini?

Kami berharap Kemkomdigi dapat memberikan dukungan penyediaan teknologi dalam program ini sehingga dapat berjalan dengan lebih efektif serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.

Tujuan utama kerja sama dengan Kemkomdigi ini apa?

Tujuannya memastikan bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi benar-benar diterima oleh warga miskin yang berhak, sekaligus membuka akses usaha dan pendapatan bagi kelompok rentan. Digitalisasi diharapkan membuat program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Apa program baru yang akan dijalankan BP Taskin bersama BGN (Badan Gizi Nasional)?

BP Taskin akan mendirikan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pendirian SPPG tersebut difokuskan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Apa tujuan utama pendirian 1.000 SPPG di daerah 3T?

Ini bertujuan untuk memastikan kantong-kantong kemiskinan terlayani program Makan Siang Sekolah Bergizi. Target kami mendirikan 1.000 SPPG dengan pelayanan khusus di mana kami menjadi mitra strategisnya.

Mengapa fokus pendirian SPPG diarahkan ke wilayah 3T?

Kolaborasi tersebut merupakan upaya mengawal program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di wilayah 3T kadang-kadang jarang penduduk atau tidak lengkap jumlah maupun ukurannya.

Soal Pembentukan Data Terpadu Tunggal. Apa peran BP Taskin dalam kolaborasi pembentukan data terpadu tunggal dengan Kemensos dan Bappenas?

Kami juga akan terus melakukan koordinasi dan konsolidasi data dengan setiap kementerian maupun lembaga terkait yang menangani masalah kesejahteraan sosial masyarakat.

Bagaimana mekanisme yang diusulkan agar data kemiskinan bisa lebih akurat dan cepat?

Jadi memang butuh dimuktahirkan semua data yang ada dengan mempertemukan antara misalnya DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos dengan Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) Bappenas, serta kementerian dan lembaga lainnya sehingga data angka kemiskinan dapat dipantau dan diperbaharui secara real-time guna mempercepat pengentasan kemiskinan.

Apa pesan utama BP Taskin kepada pemerintah desa terkait pengentasan kemiskinan?

Kami selaku BP Taskin, pesannya satu, program dana desa, Undang-undang Desa maupun program lain pada Asta Cita menekankan pada pengentasan kemiskinan, rumah bagi warga miskin, dan makan bergizi gratis.

Langkah konkret apa yang disepakati bersama pemerintah desa?

Salah satu yang disepakati yakni pembentukan satgas desa antikemiskinan.

Bagaimana peta kemiskinan di Indonesia saat ini menurut data BP Taskin?

Kemiskinan ada di desa dan kota, ada 13 juta sekian orang miskin di desa dan 11 juta sekian orang miskin di kota. Kami ingin kemiskinan di desa ada partisipasi dari organisasi perangkat desa.

Apa strategi BP Taskin untuk menciptakan lapangan ekonomi bagi masyarakat miskin?

Kami bersama pihak terkait menciptakan ekosistem bisnis dari, oleh, dan untuk orang miskin. Industrialisasi dari, oleh, dan untuk orang miskin di desa maupun di kota. Ada sembilan sektor industri, di antaranya sektor pangan, keuangan, digital, sektor industri kreatif, transportasi, kesehatan, pengolahan. Dalam hal ini, desa harus berperan.

Apa target penurunan kemiskinan yang dibebankan kepada BP Taskin?

Kami diberi target untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem, dari 0,8 persen saat ini menjadi 0,5 persen pada 2026. Dan pada 2029 kemiskinan dari 9 persen turun jadi 5 persen. Sekarang ada 25 juta lebih orang miskin dan 8 juta di antaranya tidak punya rumah layak huni.

Upaya apa yang dilakukan BP Taskin terkait data kemiskinan?

Kami sudah mendorong integrasi data tunggal. Tugas kami mengidentifikasi kantong kemiskinan di desa dan di kota, membawa investor dalam dan luar negeri di sembilan sektor tadi untuk masuk ke kantong kemiskinan, membangun investasi dan menawarkan dua hal bagi masyarakat, yakni jadi pekerjanya atau jadi bagian dari ekosistemnya.

Menurut BP Taskin, kunci keberhasilan pengentasan kemiskinan apa?

Tidak ada kemiskinan yang dapat dientaskan tanpa enterpreneurship. Tidak ada negara berkembang dan negara maju tanpa jadi negara industri. Itu tidak akan berhasil jika pemerintah desa, kepala desa tidak kompak berdiri di belakang pemerintah dengan cita-cita dan tujuan mulia.

Apa kunci menangani kemiskinan di tengah krisis global menurut BP Taskin?

Pemerataan akses menjadi kunci menangani kemiskinan di tengah krisis global. Demokratisasi uang, demokratisasi akses, dan demokratisasi aset menjadi skema target penurunan kemiskinan hingga 4,5 persen di tahun 2029.

Program apa saja yang menjadi bagian dari demokratisasi akses tersebut?

Program makan siang sekolah bergizi hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari demokratisasi akses itu.

Apa maksud "demokratisasi uang" dalam strategi BP Taskin?

Demokratisasi uang digunakan untuk mengonsolidasi aset yang dikembangkan dengan membuka akses pasar, teknologi, dan pengetahuan. Programnya meliputi Kopdes, kampung nelayan, dan pembangunan rumah untuk masyarakat miskin.

Mengapa konflik geopolitik disebut ancaman bagi pengentasan kemiskinan?

Konflik geopolitik di Timur Tengah dapat menjadi ancaman serius bagi upaya penurunan angka kemiskinan di Indonesia akibat melonjaknya harga energi dari gangguan perdagangan global. Eskalasi konflik dapat mendorong kenaikan harga BBM yang berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Selain itu, terganggunya jalur perdagangan global berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, yang pada akhirnya memperbesar risiko bertambahnya jumlah penduduk miskin.

Bagaimana potensi dampak krisis global terhadap anggaran program sosial?

Ada kemungkinan pemerintah akan melakukan perubahan prioritas anggaran yang berpotensi berdampak pada pengentasan kemiskinan. Pemerintah dapat mengalihkan sebagian anggaran ke sektor pertahanan untuk menjaga stabilitas nasional. Jika hal itu terjadi, sejumlah program sosial yang berperan dalam pengurangan kemiskinan seperti bantuan sosial atau intervensi pangan seperti MBG berisiko terdampak.

Apa peran diplomasi Presiden Prabowo terkait hal ini?

Supaya konflik tidak membesar, Presiden Prabowo Subianto sering melakukan perjalanan diplomasi ke berbagai negara yang berada di kubu konflik berbeda. Pak Prabowo mencoba menjembatani agar konflik tidak menjadi seperti tawuran. Presiden sebagai kepala keluarga dari suatu rumah tangga terus melakukan diplomasi untuk meredam potensi konflik, dengan membangun kekuatan dan ketahanan nasional dari dalam negeri. Bukan diplomasi untuk gagah-gagahan, melainkan untuk meredam api konflik agar masyarakat tenang, karena kalau krisis ekonomi muncul, siapa yang paling terdampak? Pasti masyarakat menengah ke bawah, seperti petani dan nelayan.

20260813222528_Screenshot-2026-08-13-222422.jpg

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.