Bintang Tenis Dunia Mulai Bertumbangan, Zverev Desak ATP Pangkas Durasi Turnamen Masters

Jumat, 14 Agu 2026, 00:03 WIB

CINCINNATI — Alexander Zverev menilai padatnya kalender tenis profesional menjadi salah satu alasan semakin banyak pemain papan atas memilih melewatkan turnamen. Petenis Jerman itu bahkan menyebut ada solusi sederhana untuk mengatasi persoalan tersebut: mengembalikan turnamen Masters 1000 ke format satu pekan.

Zverev, yang saat ini menempati peringkat ketiga dunia, mengatakan format Masters 1000 yang berlangsung hampir dua pekan membuat pemain harus lebih cermat mengatur kondisi fisik. Situasi tersebut semakin sulit ketika rangkaian turnamen Masters berdekatan dengan Grand Slam.

Ket. Foto: Alexander Zverev. — Sumber: ATP

Persoalan itu kembali terlihat pada Canadian Open. Jannik Sinner memilih mundur setelah mempertahankan gelar Wimbledon demi memprioritaskan kondisi fisiknya. Novak Djokovic juga tidak ambil bagian dalam turnamen tersebut untuk mengelola beban pertandingan.

Sementara itu, Carlos Alcaraz harus absen karena cedera pergelangan tangan yang membuatnya menepi sejak April.

Alhasil, Canadian Open kembali kehilangan tiga nama terbesar tenis putra. Ketiganya juga tidak tampil pada edisi tahun lalu.

Zverev sendiri tidak mampu melangkah jauh di Montreal. Juara French Open tersebut langsung tersingkir pada pertandingan pertamanya. Menjelang Cincinnati Open, ia kembali menyoroti persoalan kalender yang menurutnya semakin menyulitkan pemain elite.

“Saya pikir itulah yang terjadi dengan turnamen dua pekan,” kata Zverev. “Sayangnya, terutama jika setelahnya ada Grand Slam. Jika Anda memainkan semuanya dan merupakan pemain top, Anda bisa menghabiskan tujuh pekan di Amerika Utara.”

Menurut Zverev, berada terlalu lama dalam rangkaian turnamen Amerika Utara membuat pemain harus memilih antara mengejar pertandingan atau menjaga kebugaran untuk menghadapi Grand Slam berikutnya.

“Itu waktu yang cukup lama. Saya pikir itulah mengapa banyak pemain top memilih tidak bermain di Kanada selama beberapa tahun terakhir. Sayangnya, itulah kenyataannya,” ujar pemain berusia 29 tahun tersebut.

Zverev kemudian menawarkan solusi yang menurutnya tidak rumit. Ia meminta ATP mempertimbangkan pengurangan durasi Masters 1000 menjadi satu pekan.

“Ini sebenarnya cukup sederhana. Buat kami berada di sini selama dua pekan, bukan tujuh pekan. Untuk Masters, keduanya cukup digelar selama satu pekan,” katanya.

“Saya pikir itu solusi yang mudah agar para pemain top bisa lebih banyak bermain.”

Sejak 2025, tujuh dari sembilan turnamen ATP Masters 1000 digelar selama 12 hari. Hanya Monte Carlo Masters dan Paris Masters yang masih menggunakan format satu pekan.

Format turnamen yang diperpanjang tersebut sebelumnya mendapat kritik dari sejumlah pemain. Mereka menilai kalender yang semakin panjang membuat tuntutan fisik semakin berat, terutama bagi pemain yang tampil konsisten di berbagai turnamen sepanjang musim.

Bagi pemain papan atas, persoalannya bukan sekadar jumlah pertandingan. Mereka juga harus memperhitungkan waktu perjalanan, latihan, pemulihan, serta persiapan menghadapi turnamen besar berikutnya.

Rangkaian turnamen di Amerika Utara menjadi salah satu contoh paling jelas. Setelah Canadian Open, para pemain langsung menghadapi Cincinnati Open sebelum kemudian bersiap menuju US Open.

Kondisi tersebut membuat sebagian pemain memilih melewatkan salah satu turnamen demi menjaga kebugaran.

ATP sebelumnya menegaskan bahwa para pemain tetap memiliki kebebasan untuk menentukan jadwal kompetisi mereka. Badan tenis putra dunia itu juga menyatakan terus berupaya menciptakan insentif agar pemain menjalani jumlah pertandingan yang tepat sepanjang musim.

Namun, absennya Sinner, Djokovic dan Alcaraz dari Canadian Open kembali memperlihatkan persoalan yang dihadapi tenis putra saat ini.

Zverev berharap ATP mempertimbangkan kembali format Masters 1000 agar turnamen tersebut tidak terlalu membebani pemain.

“Jika kami harus berada di sini selama tujuh pekan, itu jelas terlalu lama,” kata Zverev.

Bagi Zverev, mengembalikan Masters 1000 ke format satu pekan bukan hanya soal mengurangi beban pemain. Langkah tersebut juga diyakini dapat meningkatkan peluang para bintang tenis tampil lebih konsisten di turnamen-turnamen besar sepanjang musim.

Dengan persaingan menuju US Open semakin ketat, isu mengenai keseimbangan antara tuntutan kompetisi dan kebugaran pemain diperkirakan masih akan menjadi salah satu perdebatan utama dalam kalender ATP.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.