Dari Barcelona ke De Oranje, Xavi Siap Hidupkan Filosofi Sepak Bola Belanda
Jumat, 14 Agu 2026, 00:15 WIBAMSTERDAM â Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Belanda, Kamis (13/8). Penunjukan tersebut mengakhiri pencarian panjang Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sekaligus mempertemukan kembali salah satu tokoh penting Barcelona dengan akar filosofi sepak bola Belanda yang begitu kuat di klub asal Catalunya tersebut.
Xavi menggantikan Ronald Koeman, yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia pada babak 32 besar Juni lalu.
Legenda timnas Spanyol itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang berlaku hingga Piala Dunia 2030. Xavi menjadi pelatih asing pertama yang menangani Belanda sejak pelatih Austria Ernst Happel memimpin Oranje pada Piala Dunia 1978.
Penunjukan Xavi mengakhiri penantian selama sekitar enam pekan yang sempat mendapat kritik dari media Belanda. KNVB sebelumnya menerima sejumlah penolakan, termasuk dari pelatih Liverpool Arne Slot dan mantan pelatih Manchester United Erik ten Hag, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada mantan gelandang Barcelona tersebut.
Xavi, yang mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 sebagai pemain, sebelumnya tidak menangani klub mana pun sejak meninggalkan Barcelona pada 2024. Ia memimpin Barcelona selama tiga musim dan berhasil membawa klub tersebut menjuarai La Liga pada 2023.
Kini, ia mendapat tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya: membangun kembali Belanda menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Bagi Xavi, jabatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pekerjaan baru. Filosofi sepak bola Belanda merupakan bagian penting dari perkembangan sepak bola Barcelona dan secara tidak langsung membentuk identitasnya sebagai pemain maupun pelatih.
Rinus Michels dan Johan Cruyff merupakan dua tokoh yang memperkenalkan serta mengembangkan filosofi Total Football di Ajax Amsterdam pada awal 1970-an. Ketika keduanya kemudian memiliki peran besar di Barcelona, prinsip permainan seperti penguasaan bola, umpan-umpan pendek, pergerakan tanpa bola, serta pressing untuk segera merebut kembali bola menjadi bagian dari identitas klub.
Cruyff kemudian melanjutkan warisan tersebut ketika menjadi pelatih Barcelona. Filosofinya turut memengaruhi generasi pelatih berikutnya, termasuk Pep Guardiola.
Xavi merupakan salah satu pemain penting Guardiola ketika menangani Barcelona pada periode 2008 hingga 2012.
Karena itulah, Xavi merasa memiliki ikatan khusus dengan sepak bola Belanda.
âSebagai seseorang yang mendapatkan pendidikan sepak bola di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, antara lain, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda,â ujar Xavi dalam pernyataan resminya.
âBisa dikatakan saya sedikit banyak merupakan anak dari sepak bola Belanda. Saya menganggapnya sebagai kehormatan luar biasa untuk menjadi pelatih tim nasional Belanda.â
Hubungan Xavi dengan sepak bola Belanda bahkan telah terjalin sejak awal kariernya di Barcelona.
Ia mendapat debut bersama tim utama Barcelona pada 1998 di bawah arahan Louis van Gaal. Selain Van Gaal, Xavi juga pernah dilatih Frank Rijkaard.
Kedua pelatih asal Belanda tersebut turut membentuk perkembangan Xavi sebagai pemain.
Ia juga berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain Belanda yang kemudian menjadi figur penting di tim nasional, termasuk Frank de Boer, Ronald de Boer, Marc Overmars, dan Patrick Kluivert.
Kini, Xavi beralih posisi. Ia bukan lagi pemain yang menyerap filosofi sepak bola Belanda, melainkan orang yang bertanggung jawab menerapkannya kepada generasi baru Oranje.
Tantangan Langsung Menanti
Tugas Xavi tidak ringan. Target utamanya adalah membangun tim yang mampu bersaing di Euro 2028 dan kemudian mencapai performa maksimal pada Piala Dunia 2030.
Namun, ia tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan eksperimen.
Belanda akan menjalani empat pertandingan Nations League dalam rentang waktu yang padat pada jeda internasional September-Oktober. Oranje dijadwalkan menghadapi Jerman, Serbia dua kali, dan Yunani.
Rangkaian pertandingan tersebut akan menjadi ujian pertama bagi Xavi dalam menerjemahkan filosofi penguasaan bola dan permainan menyerang yang selama ini melekat pada Barcelona ke dalam karakter tim nasional Belanda.
Setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari warisan sepak bola Belanda di Barcelona, Xavi kini memiliki kesempatan untuk membawa filosofi tersebut kembali ke sumber inspirasinya.
Dari akademi Barcelona, ruang ganti bersama Guardiola, hingga kursi pelatih Oranje, perjalanan Xavi kini memasuki babak baru yang sarat makna sejarah.
- Xavi Hernandez
- Barcelona
- Pelatih Timnas Belanda
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.