Cedera ACL: Kapan Perlu Operasi dan Apa Keunggulan Artificial Ligament?
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 18:04 WIB | Oleh: Haryo BronoSalah satu perbedaan utama metode tersebut adalah tidak diperlukannya sayatan tambahan untuk mengambil jaringan dari tubuh pasien. Kondisi ini dapat mengurangi nyeri dan kelemahan sementara pada area pengambilan graft.
Artificial ligament juga disebut dapat memperpendek waktu tindakan karena dokter tidak perlu melakukan proses pengambilan jaringan. Ia menyebut waktu tindakan dapat lebih cepat sekitar 30–60 menit. Selain itu, artificial ligament memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan konsisten serta menawarkan waktu pemulihan yang lebih cepat.
Pemulihan Bergantung pada Metode Rekonstruksi
Sebelum menjalani rekonstruksi ACL, pasien umumnya perlu menunggu pembengkakan berkurang dan rentang gerak lutut kembali normal. Kondisi tersebut biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu setelah cedera.
Fisioterapi praoperasi dapat dilakukan untuk memperkuat otot paha, khususnya quadriceps dan hamstring. Pasien juga menjalani pemeriksaan medis yang diperlukan, termasuk tes darah, rontgen dada, dan MRI. Persiapan operasi juga mencakup puasa selama 6–8 jam serta penghentian obat pengencer darah beberapa hari sebelum tindakan sesuai arahan dokter.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Setelah operasi, proses pemulihan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi pasien serta evaluasi dokter dan fisioterapis,” terangnya.
Pada rekonstruksi menggunakan jaringan tubuh sendiri, pemulihan dibagi menjadi lima fase. Dalam 12 minggu pertama, fokus diberikan pada pengendalian nyeri, pemulihan gerak, dan penguatan otot. Latihan kelincahan kemudian dapat dimulai pada bulan ketiga hingga keenam, sedangkan latihan khusus untuk kembali berolahraga (return to play) umumnya baru dilakukan mulai bulan keenam hingga ke-12 dan seterusnya.
Sementara itu, pemulihan setelah rekonstruksi menggunakan artificial ligament disebut berlangsung lebih cepat dan terdiri dari empat fase. Setelah melewati tahapan awal yang serupa selama 12 minggu pertama, pasien dapat memasuki latihan kelincahan sekaligus persiapan kembali berolahraga lebih awal, yakni mulai bulan ketiga hingga keenam dan seterusnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, waktu untuk kembali berolahraga atau melakukan aktivitas normal tetap harus ditentukan berdasarkan evaluasi kekuatan dan fungsi lutut oleh dokter spesialis ortopedi dan fisioterapis.
Pencegahan Tetap Menjadi Bagian Penting
“Cedera ACL tidak dapat sembuh dengan sendirinya, meski pasien dengan robekan ringan masih dapat beraktivitas dengan kondisi tersebut. Bagi atlet atau individu yang ingin kembali melakukan aktivitas fisik, rekonstruksi ACL direkomendasikan sesuai hasil evaluasi medis,” tegas dr. Christian.
Pencegahan dapat dilakukan dengan memperkuat otot kaki, paha, dan otot inti. Latihan seperti squat, lunge, dan glute bridge dapat dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali seminggu. Teknik mendarat dan mengubah arah juga perlu diperbaiki, disertai latihan koordinasi dan keseimbangan.
“Selain itu, risiko cedera dapat dikurangi dengan menghindari gerakan pivot secara tiba-tiba, melakukan pemanasan dinamis sebelum olahraga, serta menggunakan sepatu yang sesuai dengan jenis aktivitas atau lapangan,” jelasnya.
Untuk artificial ligament, dr. Christian mengatakan, ligamen buatan tidak perlu diganti secara berkala karena bersifat permanen. Penggantian hanya diperlukan apabila terjadi kerusakan atau robekan kembali akibat trauma maupun kecelakaan baru.
Dengan demikian, pilihan rekonstruksi ACL perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Evaluasi dokter spesialis ortopedi konsultan sports injury dan fisioterapis tetap menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan serta target pemulihan, termasuk kapan pasien dapat kembali beraktivitas secara normal atau berolahraga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!