Jaga Pamor Kopi Gayo, Aceh Tengah Pacu Intensifikasi

Rabu, 12 Agu 2026, 22:35 WIB

BANDA ACEH – Intensifikasi komoditas unggulan daerah menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing ekonomi lokal.

Fokus tidak cukup hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu diarahkan pada perbaikan kualitas, teknologi budidaya, efisiensi biaya, pengolahan pascapanen, dan akses pasar.

Ket. Foto: Kopi Arabica asal Gayo siap panen. — Sumber: ANTARA/ Kurnia Muhadi

Dengan pendekatan tersebut, komoditas unggulan dapat memberikan nilai tambah lebih besar, membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan kemandirian ekonomi daerah.

Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah menyatakan terus mengoptimalkan program intensifikasi komoditas unggulan daerah yakni kopi arabika agar produksi dapat terus terjaga pascabencana alam melanda kabupaten itu.

“Salah satu upaya untuk memastikan agar produksi kopi Arabika Gayo tetap terjaga adalah melalui program intensifikasi yang meliputi pemberian pupuk yang tepat, penggunaan bibit unggul dan pengendalian hama penyakit,” kata Kepala Dinas Perkebunan Aceh Tengah Sabrin saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (12/8).

Ia menjelaskan, program yang terus berjalan dan dioptimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tersebut merupakan bagian agar komoditas unggulan asal Dataran Tinggi Gayo itu tetap terjaga.

“Jika program tersebut tidak dijalankan, kemungkinan produksi akan turun dan ini juga akan ikut berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani di Aceh Tengah yang ikut terdampak bencana,” katanya.

Ia menyebutkan luas lahan kopi di Aceh Tengah mencapai 52.074 hektare dengan produksi mencapai 29.019,20 ton pada tahun 2024.

“Saat ini target produksi kita masih sama dengan tahun 2024, karena pada tahun 2025 Aceh Tengah menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir bandang dan tanah longsor termasuk juga dengan lahan kopi produktif milik masyarakat,” katanya.

Sekretaris Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Halwi menambahkan luas lahan kopi arabika yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor mencapai 12.637 hektare dan 8.486 hektare sudah direhabilitasi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.

Kopi Arabika Gayo dikenal memiliki keunggulan pada cita rasa yang kompleks, aroma kuat, tingkat keasaman yang seimbang, dan karakter rasa yang khas, sehingga memiliki daya tarik tinggi di pasar kopi premium.

Tumbuh di dataran tinggi Gayo, Aceh, kopi ini juga memiliki karakter specialty coffee yang semakin memperkuat nilai jualnya.

Keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan nilai tambah, ekspor, dan kesejahteraan petani, terutama jika diikuti konsistensi kualitas, pengolahan pascapanen, serta penguatan merek dan akses pasar.

  • kopi
  • Arabica Gayo

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.