Rebeca Grynspan Unggul Dalam Persaingan untuk Memimpin PBB

Kamis, 01 Okt 2026, 02:15 WIB

NEW YORK – Diplomat veteran asal Kosta Rika, Rebeca Grynspan, tampaknya unggul dalam persaingan untuk memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah putaran keempat jajak pendapat tidak resmi pada Selasa (29/9), kata seorang diplomat.

Grynspan yang pernah memimpin badan perdagangan dan pembangunan PBB (UNCTAD), menduduki peringkat teratas dalam tiga dari empat jajak pendapat informal, tetapi veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang dapat menggagalkan momentumnya.

Ket. Foto: Rebeca Grynspan — Sumber: AFP/SANTIAGO MAZZAROVICH

Menurut diplomat yang menolak disebutkan namanya, yang menggaungkan laporan media khusus PBB, Grynspan menerima 10 suara setuju pada Selasa dan tiga suara menolak serta dua suara lainnya abstain.

Tercatat sebanyak tujuh kandidat yang terdiri dari empat perempuan dan tiga pria, saat ini bersaing untuk menggantikan sekretaris jenderal asal Portugal, yang akan segera mengakhiri masa jabatan lima tahun keduanya, Antonio Guterres, pada tanggal 31 Desember 2026 mendatang.

Mantan Menteri Luar Negeri Guyana, Carolyn Rodrigues-Birkett, yang unggul tipis dalam putaran kedua proses rahasia untuk memilih kepala PBB berikutnya, berada di urutan kedua dengan delapan dukungan pada putaran keempat jajak pendapat tidak resmi Selasa.

Kandidat lain termasuk peringkat ketiga Rafael Grossi dari Argentina, kepala pengawas nuklir PBB saat ini, Macky Sall dari Senegal, Ivonne A-Baki dari Ekuador, Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, dan Olara Otunnu dari Uganda.

Beberapa kandidat diketahui telah bertemu dengan para pemimpin dunia selama Sidang Umum, acara diplomatik utama PBB, di markas besar New York pekan lalu.

Rumor terus beredar bahwa kandidat kompromi dapat dimasukkan ke dalam proses atas perintah lima anggota Dewan Keamanan yang memiliki hak veto yaitu Inggris, Tiongkok, Prancis, Russia, dan Amerika Serikat.

Sekalipun seorang kandidat memperoleh sembilan suara yang dibutuhkan dari 15 suara yang tersedia di Dewan Keamanan, mereka juga harus menghindari veto dari lima kekuatan besar, yang sangat terpecah belah.

Setelah seorang kandidat melewati persyaratan tersebut, namanya akan diajukan ke Majelis Umum seluruh negara anggota PBB untuk mendapatkan pengesahan. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.