48 Juta Keluarga Masuk Sistem Digitalisasi Bansos
Kamis, 01 Okt 2026, 03:17 WIBJAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan separuh dari populasi penduduk Indonesia atau sekitar 48 juta keluarga terdaftar ke dalam sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) untuk meminimalisir risiko data bermasalah serta mempercepat penyaluran bantuan perlindungan sosial.Â
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan menyampaikan bahwa saat ini tercatat sebanyak 5,7 juta warga telah terdaftar dalam platform Perlinsos digital yakni Perlinsos.kemensos.go.id.âHingga hari ini sudah ada 5,7 juta masyarakat yang terdaftar di Perlinsos digital. Target kita adalah separuh dari populasi penduduk Indonesia terdaftar di Perlinsos digital atau sekitar 48 juta keluarga, hingga nanti tentu akan menyasar seluruh masyarakat,â kata dia di Jakarta, Rabu (30/9).
Andy menjelaskan bahwa pendaftaran 5,7 juta warga tersebut disokong oleh pengerahan sekitar 298 ribu agen perlinsos yang berasal dari lintas unsur masyarakat, mulai dari pendamping keluarga PKH Kemensos, pengurus RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, pendamping desa, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Keterlibatan agen secara masif ini dinilai krusial untuk menjangkau warga rentan ada tingkat sosial-ekonomi terendah nasional yang tidak fasih menggunakan ponsel pintar, sehingga tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari basis data penyaluran bansos.Â
âDulu kalau ada pertanyaan kenapa dua orang sama-sama miskin tapi yang satu tidak dapat bansos, jawabannya sederhana; karena yang bersangkutan tidak ada di dalam data. Lewat Perlinsos digital ini kita ingin menekan exclusion error itu,â katanya.
Apabila sosialisasi dan penguatan instrumen berjalan lancar, Kemensos memproyeksikan skema penuh penyaluran bansos digital untuk program keluarga harapan (PKH) dan sembako (BPNT) ini dapat direalisasikan mulai awal 2027 secara langsung ke para penerima manfaat.
Hal itu sebagaimana hasil dari rapat tingkat menteri di Jakarta, Rabu siang, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan.
Andy menjelaskan bahwa penyaluran model baru ini menawarkan dua keunggulan utama, yakni efisiensi kecepatan dan akurasi ketepatan sasaran. Dari sisi kecepatan, penerima manfaat dapat menominasikan rekening pribadinya secara langsung tanpa harus menunggu proses Buka Rekening Kolektif (Burekol) yang memakan waktu lama.
Sementara dari sisi ketepatan sasaran, dia menekankan bahwa kelayakan penerima tidak hanya bergantung pada kriteria desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Badan Pusat Statistik (BPS) melainkan dikonfirmasi secara otomatis oleh sistem yang terhubung dengan data administratif tujuh lembaga, seperti Korlantas Polri untuk kepemilikan kendaraan, BPN untuk sertifikat tanah, serta data kepegawaian ASN. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cedera Yamal Bayangi Spanyol, Uruguay dan Arab Saudi Intip Kejutan di Grup H
-
Strategi Jitu Pemkab Lebak Tekan Angka Kemiskinan dengan Perkuat UMKM
-
Bogor Siapkan Flyover Bomang 2027, Akses Bojonggede-Parung ke Cibinong Bakal Makin Cepat
-
Pemkab Lebak Olah Sampah Jadi RDF 50 Ton per Hari, Berpotensi Hasilkan Rp450 Juta per Bulan
-
Lenovo Perkuat Strategi Hybrid AI lewat Portofolio Perangkat Personal dan Enterprise
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.