Kasus Viral Pasien BPJS Nunggu 8 Jam, Kemenkes Sebut Ruang HCU di RSCM Terbatas

Jumat, 07 Agu 2026, 13:18 WIB

JAKARTA - Kasus pasien BPJS Kesehatan yang viral di media sosial harus menunggu selama delapan jam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mendapat tanggapan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya di Jakarta, Jumat (7/8), mengatakan RSCM adalah pusat rujukan nasional, sehingga kemungkinan besar RS itu penuh sangat besar.

Ket. Foto: Ilustrasi: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya (kiri). — Sumber: ANTARA

"Tapi apa harus menunggu delapan jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," katanya.

Azhar mengatakan almarhum pasien BPJS Kesehatan itu punya penyakit yang tidak dapat disebutkan disertai keganasan. Pihak keluarga, katanya, juga sudah paham akan kasus ini.

Sebelumnya, seorang pasien BPJS Kesehatan, Yusrizal, menuliskan pengalamannya menunggu ruang perawatan di media sosial Threads. Dia mengaku belum mendapatkan ruangan setelah delapan jam di rumah sakit.

Unggahan itu dibalas dengan komentar bernada negatif oleh sejumlah akun yang belakangan diketahui pemiliknya berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes). Komentar-komentar itu lantas mendapat sorotan publik.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan tenaga kesehatan (nakes) sebagai pelayan masyarakat tidak boleh bersikap nir-empati, utamanya pada pasien yang sedang sakit.

"Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nir-empati seperti itu," ujar Menkes Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (7/8).

Menkes Budi menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi viralnya komentar sejumlah nakes terhadap unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.