UEFA Nations League: Prancis Menang di Belgia, Zidane Dapat Gambaran Besarnya Potensi Skuad Les Bleus
Rabu, 30 Sep 2026, 00:04 WIBBRUSSEL â Timnas Prancis menunjukkan betapa dalamnya kualitas skuad yang mereka miliki. Dengan komposisi pemain yang banyak berubah dan menurunkan tiga pemain yang menjalani debut internasional, Les Bleus mampu menundukkan Belgia dalam lanjutan UEFA Nations League.
Padatnya jadwal dengan empat pertandingan Nations League dalam rentang 10 hari membuat pelatih baru Prancis, Zinedine Zidane, harus melakukan rotasi besar-besaran. Kondisi itu semakin tidak terhindarkan setelah kapten sekaligus penyerang utama, Kylian Mbappe, absen karena cedera.
Zidane pun mengubah sembilan pemain dari susunan utama saat Prancis menang 1-0 atas Turki pada Jumat sebelumnya. Meski tampil dengan komposisi yang berbeda, Prancis tetap mampu mengontrol pertandingan di Brussel dan memastikan kemenangan dramatis pada menit-menit akhir, Selasa (29/9).
Kemenangan 1-0 tersebut memang baru dipastikan setelah Zidane memasukkan sejumlah pemain berpengalaman sebagai pemain pengganti, yakni Rayan Cherki, Ousmane Dembele, dan Michael Olise. Olise kemudian menjadi penentu kemenangan melalui gol pada menit ke-88 lewat aksi individu yang brilian.
Namun, bukan hanya gol Olise yang membuat Zidane puas. Penampilan para pemain baru dan mereka yang belum banyak memiliki pengalaman internasional juga mendapat apresiasi.
"Kami memang melihat dua tim yang berbeda. Saya merasa tim saya mampu menampilkan performa seperti ini, baik di Turki maupun malam ini," ujar Zidane seusai pertandingan.
Tiga pemain mencatatkan debut bersama tim senior Prancis, yakni Lucas Da Cunha, Andy Diouf, dan Jeremy Jacquet. Sementara itu, penyerang Esteban Lepaul mendapat kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya.
Keempat pemain tersebut meninggalkan kesan positif. Da Cunha bahkan mendapat pesan khusus dari Zidane sebelum pertandingan. Sang pelatih memintanya bermain bebas dan mengekspresikan kemampuannya seperti ketika memperkuat klub.
Pesan tersebut dijalankan dengan baik. Da Cunha mencatatkan 97 sentuhan dan terlihat tenang meski mendapat tekanan dari pemain Belgia.
"Pelatih memberikan kepercayaan penuh kepada saya dan meminta saya melakukan apa yang biasa saya lakukan di klub, serta mengekspresikan diri," kata Da Cunha.
"Ini merupakan emosi yang luar biasa, sebuah kebahagiaan besar. Beberapa tahun lalu saya masih bermain di divisi kedua. Ini menunjukkan bahwa jika bekerja keras, Anda bisa mencapai hal seperti ini."
Diouf harus bermain di posisi yang bukan posisi utamanya sebagai bek kiri. Namun, ia mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara Jacquet tampil solid di jantung pertahanan dan efektif membatasi ancaman Belgia.
Penampilan Jacquet bahkan mendapat pujian luas dari media Prancis seusai pertandingan.
"Untuk membuktikan diri dan menjadi pemain tetap? Saya belum memikirkan itu. Saya akan menjalaninya secara bertahap dan tidak memberikan tekanan kepada diri sendiri," kata Jacquet.
Gol kemenangan Olise pada menit ke-88 juga menghadirkan pemandangan menarik di pinggir lapangan. Zidane merayakannya dengan berlari penuh semangat menyusuri garis tepi lapangan. Ia bahkan menendang bola yang berada di dekatnya ke arah tribun penonton.
Pelatih berusia 54 tahun itu kemudian mengaku sangat puas dengan penampilan timnya.
"Saya sangat puas dengan apa yang dilakukan tim, dan bukan hanya ketika menguasai bola. Setelah pertandingan di Turki, kali ini kami bermain di lapangan yang jauh lebih baik dan tampil sangat bagus di semua aspek, termasuk dalam pressing," ujar Zidane dalam konferensi pers.
"Kami sudah menyiapkan beberapa hal untuk menghadapi tim Belgia yang bagus dan juga membuat kami kesulitan. Namun, kami mampu bertahan, menunjukkan keberanian, dan tidak takut bermain di wilayah lawan."
"Itulah yang saya sukai dan itulah yang kami inginkan. Kami mungkin sedikit bermain lebih dalam pada babak kedua ketika menghadapi beberapa kesulitan, tetapi itu logis. Kami melakukan sembilan perubahan, dan hal terpenting adalah semua pemain merasa terlibat."
Setelah kemenangan di Brussel, Prancis akan menghadapi tantangan berikutnya saat menjamu Italia di Stade de France, Paris, Jumat. Pertandingan tersebut menjadi laga kandang pertama Zidane sebagai pelatih Prancis.
Zidane mengaku menantikan pertandingan tersebut, meski ia menyadari para pemain membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi setelah jadwal padat dan perjalanan panjang.
"Apakah saya menantikan pertandingan itu? Ya. Saya tidak akan mengatakan kami sudah tidak sabar karena sekarang para pemain perlu beristirahat. Kami tidak banyak mendapat waktu istirahat, banyak melakukan perjalanan dan hanya memiliki sedikit sesi latihan," kata Zidane.
"Sekarang kami punya sedikit lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Tentu kami akan senang menyambut Jumat, bermain di Stade de France bersama para pendukung kami. Dan yang terpenting, kami datang dengan enam poin. Namun, pertandingan nanti akan berbeda."
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Mbappe Cedera Lutut, Tinggalkan Timnas Prancis dan Kembali ke Madrid
-
Descendants of The Sun Versi Indonesia Tayang 2027
-
Deretan Pelatih Baru Siap Unjuk Gigi di UEFA Nations League 2026-27
-
Perum Bulog Catat Stok 95.500 Ton Beras di Sultra Aman hingga Maret 2027
-
Polres Kepulauan Tanimbar Padamkan Titik Api di Perladangan Desa Latdalam.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.