FIFA Tuduh UEFA Lakukan Kampanye Disinformasi Terkait Kasus Infantino

Rabu, 30 Sep 2026, 00:10 WIB

MIAMI — FIFA menuduh UEFA menjalankan "kampanye disinformasi" dan berusaha memengaruhi pemilihan presiden FIFA. Tuduhan tersebut disampaikan ketika badan sepak bola dunia itu meminta pengadilan Amerika Serikat menolak permohonan UEFA untuk memperoleh dokumen dan kesaksian terkait rencana investasi yang kini telah dibatalkan.

UEFA sebelumnya mengajukan permohonan ke pengadilan federal AS untuk mendapatkan kesaksian dan dokumen yang akan digunakan dalam rencana pengaduan pidana di Swiss terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Perkara tersebut berkaitan dengan proposal yang telah dihentikan untuk memindahkan hak komersial Piala Dunia ke anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

Ket. Foto: Gianni Infantino. — Sumber: FIFA

Dalam dokumen tanggapannya di Pengadilan Distrik Selatan Florida, FIFA menyebut dokumen UEFA memuat "sejumlah pernyataan palsu atau menyesatkan mengenai FIFA dan Infantino".

FIFA juga membantah tuduhan bahwa Infantino berusaha memperoleh keuntungan pribadi dari proposal tersebut.

"Tanpa dasar apa pun, UEFA menyiratkan bahwa Tuan Infantino berusaha memperoleh keuntungan pribadi dari proposal FFE," demikian pernyataan FIFA dalam dokumen pengadilan.

FIFA menjelaskan bahwa rencana FFE harus mendapat persetujuan asosiasi anggota FIFA dan Dewan FIFA. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan berada di bawah pengawasan kedua badan tersebut.

"Usulan UEFA bahwa Tuan Infantino melanggar hukum atau prinsip etika apa pun sama sekali tidak berdasar," kata FIFA. UEFA memilih tidak memberikan komentar atas tanggapan terbaru FIFA.

UEFA sebelumnya menuduh Infantino mengembangkan proposal FFE secara tertutup bersama sejumlah kecil penasihat dan investor. Menurut UEFA, proses tersebut mengabaikan mekanisme tata kelola FIFA dan tidak melibatkan Dewan FIFA, konfederasi regional maupun asosiasi anggota.

Permohonan yang diajukan ke pengadilan AS meminta izin untuk memperoleh dokumen dan kesaksian dari FIFA (AMERICAS), Inc. serta FWC2026 US, Inc., dua entitas FIFA yang berbasis di Florida.

UEFA menyatakan dalam dokumen hukumnya bahwa kelompok investor akan membayar 4,2 miliar dolar AS untuk mendapatkan kepemilikan dalam FIFA Forward Enterprise. Menurut UEFA, angka tersebut mengimplikasikan nilai perusahaan sekitar 20 miliar dolar AS.

UEFA menilai valuasi tersebut secara signifikan meremehkan nilai hak komersial FIFA. UEFA juga mempertanyakan proses penentuan nilainya karena, menurut mereka, tidak melalui lelang terbuka ataupun diuji oleh penilai independen.

FIFA membantah penilaian tersebut dan mengatakan UEFA telah mencampuradukkan nilai ekuitas (equity value) dengan nilai perusahaan (enterprise value).

Menurut FIFA, nilai ekuitas awal FFE memang berada di angka 20 miliar dolar AS. Namun, materi yang dibagikan kepada asosiasi anggota FIFA menunjukkan nilai perusahaan secara keseluruhan berada di atas 30 miliar dolar AS.

FIFA menyatakan nilai perusahaan FFE bahkan lebih dari dua kali nilai ekuitasnya dan, dengan demikian, lebih tinggi daripada nilai yang disebut UEFA sebagai angka yang seharusnya dianggap wajar.

Proposal FIFA Forward Enterprise akhirnya dihentikan pada Juli setelah mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah minimnya konsultasi dalam proses penyusunan proposal tersebut.

Perselisihan itu kemudian memicu seruan agar mekanisme tata kelola FIFA diperbaiki. Pada pekan lalu, Infantino mengirim surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA dan mengusulkan peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan di organisasi tersebut.

UEFA sendiri telah meminta pengadilan AS memberikan akses terhadap bukti yang menurut mereka diperlukan untuk kemungkinan proses hukum di Swiss. Permohonan tersebut merupakan proses untuk memperoleh bukti, bukan putusan bahwa Infantino telah melakukan pelanggaran pidana.

Dalam dokumen terbarunya, FIFA juga mengaitkan langkah hukum UEFA dengan pemilihan presiden FIFA yang akan datang.

Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali pada Maret 2027. FIFA menilai waktu pengajuan perkara UEFA berpotensi memengaruhi proses tersebut.

"Menjelang pemilihan FIFA, UEFA mengajukan permohonan ini dan tiga permohonan lainnya dengan menyebarkan disinformasi mengenai Tuan Infantino," kata FIFA dalam dokumen pengadilan.

"Pengadilan ini seharusnya menolak segala upaya untuk memengaruhi pemilihan presiden FIFA dengan alasan tersebut."

Di sisi lain, UEFA sebelumnya menyatakan bahwa permohonan mereka berkaitan dengan upaya memperoleh bukti untuk kemungkinan proses pidana di Swiss atas dugaan mismanagement dalam penyusunan proposal FFE. UEFA belum memberikan komentar atas tuduhan FIFA mengenai upaya memengaruhi pemilihan.

Sengketa tersebut kini menjadi bagian dari perselisihan yang lebih luas mengenai tata kelola FIFA, terutama menyangkut proses pengambilan keputusan dan pengelolaan hak komersial organisasi sepak bola dunia itu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.