Dinkes Kalsel Menyatakan Program CKG Upaya Strategis Cegah Kematian Dini
Senin, 04 Agu 2025, 22:05 WIBBANJARMASIN â Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan Presiden Prabowo pada Februari 2025 merupakan upaya strategis nasional untuk mencegah kematian dini.
âKarena Program CKG menyasar seluruh siklus hidup berbagai kalangan, tentu program ini menjadi langkah mendeteksi dini penyakit masyarakat agar dapat segera diobati,â kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalsel, Syarkiah, di Banjarmasin, Senin (04/8).
Terkait Program CKG, Syarkiah menyebut data masyarakat Kalsel sebagai peserta penerima manfaat masih jauh dari total target yang ada. Baru 80.476 orang yang melakukan CKG dari total 3.731.025 orang yang seharusnya dijangkau.
âBiasanya masyarakat datang ke pelayanan kesehatan kalau kondisi fisik memang sakit, ini salah satu tantangan Program CKG yang harus mendapat perhatian,â kata dia.
Padahal, kata Syarkiah, pemerintah meluncurkan Program CKG sebagai upaya pencegahan secara dini agar jangan sampai masyarakat yang terlihat sehat secara fisik ternyata sakit di dalam tubuh.
Ia mengungkapkan setelah masyarakat mendaftarkan diri, nanti akan diperiksa di laboratorium, pemeriksaan panca indra, serta bagian tubuh lain yang juga akan diskrining mengarah ke sakit apa agar segera bisa diobati dengan rekomendasi dari pemeriksa.
Syarkiah menekankan langkah ini untuk mencegah jika misal nanti masyarakat mengalami sakit ringan, tidak sampai mengakibatkan sakit parah karena dapat segera ditangani.
Oleh karena itu dia meminta kesadaran masyarakat agar mendaftarkan diri sebagai peserta CKG dengan mendatangi salah satu layanan kesehatan yang ada pada 242 puskesmas yang tersebar di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Menurutnya, mencegah penyakit lebih murah daripada mengobati, karena mencegah melalui Program CKG tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.
âAyo masyarakat datang ke puskesmas ikut Program CKG. Mencegah itu gratis, hanya butuh kesadaran. Justru anggaran malah banyak habis untuk mengobati kalau sudah mengidap penyakit,â ujar Syarkiah.
- Program CKG
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tanpa Trump, Para Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT APEC untuk Mengatasi Ketidakpastian Perdagangan Global
-
Bantuan Darurat Dikirim, Poso Masih Diguncang 10 Gempa Susulan
-
Presiden Prabowo ke Pakistan 8–9 Desember: Bahas MoU Baru di Usia 75 Tahun Hubungan RI-Pakistan
-
Penyaluran Bantuan ke Palembayan Agam
-
Di Ponorogo, Banyak Warga Ingin Ubah Agama di KTP Jadi Penghayat Kepercayaan
-
DPRD Bantul Targetkan 13 Raperda Rampung Jadi Perda pada Tahun Anggaran 2026
-
Kebakaran di Cianjur Diduga Dipicu Truk Tangki Pengangkut BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.