Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendalikan Harga Komoditas, Pemkab Garut Optimalkan Festival Pertanian

6 Jumat, 06 Nov 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendalikan Harga Komoditas, Pemkab Garut Optimalkan Festival Pertanian Kendalikan Harga Komoditas, Pemkab Garut Optimalkan Festival Pertanian Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah warga membeli produk pangan lokal pertanian yang dijajakan di Festival Pertanian di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengoptimalkan program Festival Pertanian yang selama ini intens digelar setiap bulan yang bertujuan untuk mengendalikan harga komoditas sekaligus memangkas rantai pasok, dan membantu memasarkan produk hasil pertanian. 

"Secara umum, harga komoditas yang dijajakan di dalam Festival Pertanian cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di pasar tradisional atau pasar swalayan," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian pada Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Susi Suhartianti, di Garut, Jumat (06/11).

Ia mengatakan Dispertan Garut memiliki program Festival Pertanian atau bazar pangan yang melibatkan instansi terkait dan petani untuk menjual langsung hasil taninya ke masyarakat.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali itu, kata dia, tidak hanya membantu petani memasarkan produknya, tapi juga untuk mengendalikan harga di pasaran agar tetap stabil. 

"Bazar pangan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah atau instansi terkait seringkali berfungsi ganda sebagai sarana pengendalian harga, stabilisasi pasokan dan harga pangan," katanya.

Ia menyebutkan komoditas yang dijajakan cukup beragam mencakup seluruh hasil bumi dari petani lokal di Garut seperti berbagai sayuran dan buah-buahan, selanjutnya makanan olahan dari hasil pertanian, juga hasil perikanan.

Komoditas yang paling banyak dicari, kata dia, yakni kebutuhan pokok seperti sayur-sayuran yang dinilai konsumen lebih segar dan harganya murah di antaranya kentang Rp14 ribu per kilogram (kg), paket cabai Rp5 ribu per ons, dan ⁠bawang merah Rp10 ribu per 0,5 kg.

"Banyak dicari cabai dan bawang merah karena kedua komoditas ini sering mengalami fluktuasi harga yang cukup tinggi di pasaran umum," katanya.

Ia menyampaikan, tujuan dari kegiatan itu tidak hanya mengendalikan harga, tapi juga untuk mempertemukan petani sebagai produsen utama secara langsung dengan konsumen sehingga bisa memotong jalur distribusi yang panjang.

Selanjutnya, kata dia, meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan ruang promosi dan penjualan langsung agar petani mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.

"Memperkenalkan produk-produk pertanian lokal unggulan daerah kepada masyarakat luas sekaligus mengedukasi pentingnya mencintai produk pangan dalam negeri," katanya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mark Lee Rilis Single Terbaru “Happiest”

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...

Kris Dayanti Ajak Musisi Disabilitas Terus Berkarya

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Kris Dayanti Ajak Musisi Di...
Luar Negeri
Menara Eiffel Tutup karena ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.