Koster: Jangan Ada Lagi Pembunuhan Tak Beradab Seperti Kasus Baturiti
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim PenulisDenpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan kasus pengeroyokan terhadap orang yang diduga mencuri ayam hingga menyebabkan kematian di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, sebagai refleksi di Hari Suci Tumpek Krulut.
“Ini mengingatkan seandainya ada hal-hal yang bersinggungan satu sama lain, tidak cocok dan sebagainya, janganlah terjadi sampai pembunuhan dengan cara yang tidak beradab seperti yang di Baturiti,” kata Wayan Koster di Denpasar, Sabtu (1/8).
Gubernur Koster mengingatkan Hari Suci Tumpek Krulut dimaknai masyarakat Hindu dengan upacara otonan (penyucian) terhadap gamelan atau alat musik, sekaligus dimaknai sebagai hari kasih sayang, kebahagiaan dan harmoni.
Ini menjadi momentum refleksi sesama manusia untuk saling menyayangi sehingga agar jangan sampai kasus di Baturiti terulang kembali.
“Iya Tumpek Krulut termasuk mengingatkan kepada kita semua,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bentuk kasih sayang sendiri juga ditunjukkan Pemprov Bali lewat mentraktir masyarakat berbelanja makanan dan minuman gratis di 15 UMKM tersebar di seluruh Bali.
Gubernur memanfaatkan kesempatan ini sekaligus untuk menyapa masyarakat terutama generasi muda untuk mengingatkan pentingnya Hari Suci Tumpek Krulut.
Kepada masyarakat yang hadir di UMKM yang dipilih, Koster mengingatkan untuk bersyukur Bali diwarisi kearifan lokal Sad Kerthi yang didalamnya berisi unsur Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perayaan Tumpek Krulut bak Jana Kerthi dimana manusia memuliakan sesama manusia melalui menunjukkan cinta kasih, tulus ikhlas, kasih sayang dan melestarikan hidup.
Selain mentraktir masyarakat yang akhirnya disambut antusias, pada Tumpek Krulut kali ini Pemprov Bali juga memberi akses cek kesehatan gratis serentak di seluruh fasilitas kesehatan seluruh Bali.
Program ini juga disambut baik, dalam kunjungannya ke berbagai kabupaten, Gubernur Koster melihat banyak masyarakat antri sejak pagi di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota.
Menurut dia, program ini mengantar pesan bahwa rasa kasih tidak hanya ditunjukkan kepada orang lain melainkan juga kepada diri sendiri.
“Saya lihat bagus sekali cara-cara melaksanakannya meskipun saya baru memberitahu cek kesehatan gratis 4 hari yang lalu, tadi ada tes tensi, kolesterol, gula darah, dan sebagainya, pesan saya ini agar kita menyayangi diri sendiri dan menyayangi juga sesama, semuanya,” tuturnya.
Tumpek Krulut
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!