Kasuari: Burung Paling Berbahaya di Dunia Punya Cakar Maut bak Pisau
Selasa, 28 Jul 2026, 16:22 WIBBURUNG kasuari adalah salah satu burung paling unik dan eksotis yang berasal dari hutan hujan tropis di Papua, Indonesia, serta beberapa wilayah di Australia. Dilansir dari BirdLife International, burung ini dikenal karena tubuhnya yang besar, kaki yang kuat, dan bulu berwarna gelap menyerupai bulu ayam dengan tekstur kasar.
Salah satu ciri paling mencolok adalah âhelmâ atau tonjolan keras di kepala kasuari, yang diyakini berfungsi sebagai pelindung saat burung bergerak melalui pepohonan lebat di habitat aslinya. Kasuari termasuk dalam keluarga burung tidak bisa terbang, namun memiliki kemampuan berlari sangat cepat.
Selain fisiknya yang unik, kasuari juga memiliki perilaku yang menarik. Burung ini dikenal soliter, artinya biasanya hidup sendiri, dan memiliki sifat agresif terutama jika merasa terancam.
Saat kasuari betina bertelur, sang jantan kemudian mengerami dan merawat anaknya. Makanan kasuari beragam, mulai dari buah-buahan, serangga, hingga hewan kecil lainnya.
Namun, di balik keindahannya, kasuari dikenal sebagai burung yang berbahaya karena tendangannya yang bisa mematikan. Dengan postur tubuh besar, kasuari termasuk salah satu burung terberat di dunia dengan bobot mencapi hingga 60 kilogram. Cakar tajam bak pisau bisa digunakan untuk menyerang predator atau melindungi diri dari ancaman.
Burung ini juga memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji-bijian, membantu regenerasi hutan secara alami. Namun, habitat kasuari semakin terancam karena deforestasi dan perburuan ilegal, membuat spesies ini masuk dalam daftar hewan yang dilindungi.
Kasuari memiliki tiga jenis yang dikenal, yaitu Kasuari Gelambir (Southern Cassowary), Kasuari Dwarf (Dwarf Cassowary), dan Kasuari Kalimantan (Northern Cassowary). Masing-masing memiliki ukuran, warna kulit, dan perilaku yang sedikit berbeda, namun semuanya memiliki ciri khas tonjolan di kepala.
Keindahan dan keunikan burung kasuari menjadikannya simbol alam Papua dan Australia yang ikonik, sekaligus menarik minat para peneliti dan pecinta burung di seluruh dunia. Penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran akan pelestarian burung kasuari.
Upaya konservasi meliputi perlindungan habitat, pencegahan perburuan, dan pendidikan masyarakat lokal mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan hujan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan generasi mendatang tetap dapat menyaksikan keindahan burung kasuari di habitat aslinya, sekaligus menjaga keseimbangan alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan satwa liar. RRI
- Papua
- papua new guinea
- Burung unta
- burung kasuari
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Tembus Rp170 Ribu Per Ikat! Ini Penyebab Mawar Rawa Belong Mendadak Langka dan Melejit Gila-gilaan
-
PVMBG: Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Geger! Warga Jalan Rancabolang Bandung Dihebohkan Dua Burung Unta Kejar Pengendara, Ini Kronologinya!
-
Gudang Penuh Beras, Pasar Masih Menanti Kelancaran Distribusi
-
Warga Jepang di Indonesia Diperingatkan: Pelaku Eksploitasi Anak Bisa Diproses Hukum di Dua Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.