Chad Mundur dari ICC dan Ikuti Jejak Negara-negara Sahel

Selasa, 28 Jul 2026, 16:42 WIB

KIGALI - Chad mengumumkan pada Senin (27/7) bahwa mereka berencana untuk menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena rekam jejaknya yang "terbatas dan tidak konsisten" serta "selektivitas yang tak terbantahkan" dalam menargetkan negara-negara.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Gassim Cherif mengatakan keputusan Chad tersebut mengikuti "peninjauan mendalam terhadap fungsi Mahkamah Pidana Internasional sejak mulai beroperasi pada 2022, serta rekam jejaknya, yang efektivitasnya tetap terbatas dan tidak merata di berbagai wilayah."

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pernyataan tersebut mengatakan pemerintah telah secara resmi memberitahukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang keputusannya untuk menarik diri dari Statuta Roma, perjanjian pendirian ICC.

Pernyataan itu mengecam apa yang digambarkan sebagai konsentrasi investigasi ICC pada negara-negara Afrika.

Pernyataan itu mencatat bahwa dari 13 investigasi yang telah dibuka ICC sejak didirikan, sembilan melibatkan negara-negara Afrika dibandingkan dengan empat yang dibuka di wilayah lain di dunia.

"Pengadilan hanya menahan tujuh orang, enam di antaranya diadili dalam situasi di Afrika," kata pernyataan itu.

Cherif juga mengatakan bahwa penarikan diri Chad merupakan bagian dari "visi yang lebih luas dan pan-Afrika."

"Kami percaya bahwa ICC telah menjadi alat dominasi, instrumen neokolonialisme," katanya.

Chad menjadi negara Afrika terbaru di benua itu yang mengumumkan rencana penarikan diri dari ICC setelah Niger, Mali, dan Burkina Faso pada September lalu.

Pada 2017, pemerintah Burundi menarik diri dari ICC, menuduh pengadilan tersebut terutama menargetkan para pemimpin Afrika.

Langkah Chad mengikuti Venezuela, yang Jumat lalu memberi tahu PBB tentang keputusan negara tersebut untuk menarik diri dari pengadilan, dengan alasan "bias geografis" terhadap negara-negara Selatan.

Hal ini terjadi pada saat pengadilan tersebut menghadapi tekanan dan kritik dari AS.

Departemen Luar Negeri AS telah menggambarkan pengadilan tersebut sebagai "korup" dan "tidak memiliki kredibilitas sama sekali."

AS, yang bukan anggota ICC, menyambut baik keputusan Venezuela untuk mulai menarik diri dari ICC dan mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya.

Laporan media menyebutkan bahwa Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Afrika, Frank Garcia, telah meminta pemerintah Chad untuk mempertimbangkan kembali keanggotaannya di ICC.

Sesuai dengan Pasal 127 Perjanjian, penarikan diri akan berlaku satu tahun setelah pemberitahuan diterima.

Pada 2016, Afrika Selatan dan Gambia mengumumkan niat mereka untuk keluar dari pengadilan. Namun, penarikan diri tersebut tidak terwujud.

Pretoria membatalkan langkahnya setelah keputusan pengadilan, sementara pemerintah Gambia yang baru membatalkan prosedur tersebut. Ant

  • ICC
  • chad

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.