Sektor Perumahan Bergairah, BRI Catat Penyaluran KUR Nyaris Sentuh Target

Selasa, 28 Jul 2026, 16:50 WIB

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan berpotensi memperkuat ekosistem penyediaan hunian dengan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, mulai dari kontraktor kecil, pengembang skala mikro, hingga industri bahan bangunan.

Selain mendorong pembangunan rumah yang lebih inklusif, skema ini juga dapat menciptakan efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah, sepanjang penyalurannya tepat sasaran dan diiringi pengawasan kualitas proyek serta kelayakan usaha.

Ket. Foto: Ilustrasi-Penyaluran KUR BRI. — Sumber: Antara.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran KUR Perumahan hingga Juli 2026 telah mencapai Rp10,6 triliun atau sekitar 88,3 persen dari target Rp12 triliun yang diberikan pemerintah.

Dari sisi unit, catat perseroan, capaian tersebut bahkan telah mencapai 77.592 unit atau 167 persen dari target 46.230 unit.

“Untuk KUR Perumahan sendiri, pencapaian BRI sudah mendekati 89 persen. Karena itu target ke depan juga akan ditingkatkan,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7).

Dari target nasional KUR Perumahan sebanyak 88.535 unit dengan plafon Rp50 triliun, porsi target BRI mencapai 46.230 unit atau sekitar 52,2 persen dari target nasional. Sementara dari sisi plafon, kontribusi target BRI mencapai 24 persen dari total target nasional.

Hery menjelaskan KUR Perumahan merupakan program bersubsidi sehingga pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6 persen per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan. Karena itu, cicilannya masih sangat terjangkau dan membuat masyarakat antusias.

“Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” ujar Hery.

Selain KUR Perumahan, BRI juga terus mengakselerasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga 20 Juli 2026, realisasi FLPP yang telah disalurkan oleh BRI mencapai 19.075 unit.

Sementara dari sisi keseluruhan program pembiayaan perumahan nasional, perseroan mendapatkan mandat pembiayaan sebesar 148.535 unit atau sekitar 34,5 persen dari target nasional yang sebanyak 430.535 unit.

Perseroan menyampaikan komitmen tersebut mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pemerataan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan (PKP) Maruarar Sirait memberikan apresiasi khusus terhadap kontribusi BRI yang dinilai menjadi bank dengan kinerja terbaik dalam penyaluran KUR Perumahan.

Menurutnya, kontribusi BRI menjadi yang terbesar dibandingkan lembaga perbankan lainnya.

“Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Yang pertama di Hambalang minggu lalu, yang kedua kemarin juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko soal KUR. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan, Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah pencapaian kinerja Bank BRI,” kata Maruarar di Jakarta, Selasa (21/7).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.