Hadapi Ketidakpastian Global, Apindo Susun Agenda Ketahanan Ekonomi

Selasa, 28 Jul 2026, 21:45 WIB

JAKARTA – Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-35 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menjadi momentum penting bagi dunia usaha untuk merumuskan agenda ketahanan ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.

Pembahasan yang berfokus pada penguatan investasi, daya saing industri, penciptaan lapangan kerja, serta ketahanan rantai pasok diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Ket. Foto: Ilustrasi - Logo Apindo. — Sumber: Antara.

Dengan demikian, ketahanan ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal dan moneter, tetapi juga pada kontribusi sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/7), mengatakan hal ini seiring dengan tantangan ganda ketahanan ekonomi nasional yang dipengaruhi oleh gejolak geopolitik dan fragmentasi perdagangan global, serta persoalan struktural domestik.

“Apindo memandang tantangan ekonomi tidak cukup dijawab dengan diagnosis. Dunia usaha membutuhkan kepastian kebijakan, penyelesaian hambatan secara end-to-end, serta kolaborasi yang berorientasi pada implementasi solusi,” kata Shinta.

Ketua Bidang UMKM sekaligus Ketua Pokja Program Strategis Apindo Ronald Walla mengatakan, Rakerkonas ini menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan persoalan nyata dunia usaha dari pusat dan daerah, membangun dialog dengan pemerintah, dan menerjemahkannya menjadi rekomendasi kebijakan serta program kerja yang implementatif.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar memaparkan bahwa sepanjang satu tahun terakhir Apindo menjalankan tujuh program strategis.

Adapun ketujuh program strategis itu adalah agenda ketenagakerjaan, advokasi kebijakan, Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha, dan agenda utilisasi perjanjian perdagangan internasional.

Lebih lanjut, Apindo Investment Unit untuk menghubungkan investor dengan potensi daerah; Apindo Family Business Network; hingga program unggulan seperti Apindo UMKM Merdeka, Gerakan Pengusaha Mengajar, dan GAS-KIPAS Stunting.

“Capaian ini akan kami bawa ke hadapan seluruh Dewan Pengurus Provinsi untuk dievaluasi secara terbuka. Rakerkonas bukan forum seremoni, tapi ruang pertanggungjawaban dan penajaman arah kerja ke depan,” ujar Sanny.

Melalui Rakerkonas ke-35, lanjut dia, Apindo menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil sinergi kolektif antara negara, dunia usaha, pekerja, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Hasil rekomendasi Rakerkonas Apindo akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto) sebagai masukan strategis dalam memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional,” kata dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.