Bapanas Perkuat Intervensi Pasar Jaga Ketersediaan Beras Premium

Selasa, 28 Jul 2026, 08:02 WIB

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat intervensi pasar melalui penyaluran beras premium dan program stabilisasi guna menjaga ketersediaan, mengendalikan harga, hingga melindungi daya beli masyarakat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dikonfirmasi di Jakarta, Senin (27/7), mengatakan ketersediaan beras dengan kualitas premium di pasaran tidak berada dalam kondisi langka.

Ket. Foto: Arsip foto - Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. — Sumber: ANTARA

"Sebenarnya tidak langka. Kalau dibilang langka, tidak. Kami juga turun bersama tim, (memang) ada beberapa ritel yang kosong tapi sebagian ritel masih ada," kata Ketut.

Pemerintah meyakini stok beras premium masih cukup tersedia, terutama produk beras premium dari BUMN. Namun memang terdapat sedikit fluktuasi harga untuk beras premium.

"Beras Bulog masih ada. Beras premium masih ada dengan berbagai merek, termasuk beras dari ID Food dan lain sebagainya. Pasokan beras premium akan terus disalurkan, termasuk ke lini pasar ritel modern," ujarnya.

Ia menjelaskan fluktuasi harga beras premium masih berada dalam kisaran yang tidak jauh dari harga eceran tertinggi (HET) sehingga diharapkan dapat dipahami konsumen segmen menengah ke atas.

Ia menyebutkan dalam pantauan harga pangan yang dilakukan Bapanas, rata-rata harga beras premium secara nasional hingga pekan ketiga Juli 2026 berada di angka Rp15.966 per kilogram (kg). Namun level harga tersebut merupakan rata-rata harga dari keseluruhan tiga zonasi HET beras premium.

Ia mencontohkan di Zona I yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, rata-rata harga beras premium tercatat Rp15.224 per kilogram hingga 24 Juli.

Harga tersebut hanya sekitar 2,17 persen di atas harga eceran tertinggi Rp14.900 per kilogram sehingga pemerintah menilai kondisinya masih relatif terkendali dan stabil.

Bapanas menilai kenaikan harga terbatas pada segmen menengah atas tetap seimbang karena pemerintah terus memperkuat intervensi guna melindungi masyarakat berpendapatan rendah melalui berbagai program pangan.

Program intervensi itu meliputi program bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Sejak Januari tahun 2026, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah disalurkan ke masyarakat telah mencapai 1,4 juta ton.

Capaian tersebut terdiri dari realisasi penjualan beras SPHP pada Januari-Februari 2026 sebanyak 221,05 ribu ton yang merupakan perpanjangan SPHP beras tahun 2025. Kemudian, realisasi SPHP beras Maret sampai Juli ini 520,83 ribu ton ditambah realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,88 ribu ton.

Untuk itu, Bapanas mengajak publik untuk tidak hanya melihat kondisi perberasan di hilir saja, melainkan perlu juga mengamati kondisi di hulu terkait kondisi petani padi dalam negeri saat ini seperti apa.

Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan beras nasional tetap aman sehingga tidak boleh terjadi kelangkaan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Menurut Amran, keberhasilan swasembada pada 2025 membuat stok beras melimpah sehingga Satgas Pangan Polri diminta rutin mengawasi distribusi dan kondisi pasar di lapangan.

Amran menyebut stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton hingga pekan ketiga Juli 2026 dengan kapasitas gudang 3 juta ton serta tambahan gudang sewa 2,3 juta ton sebagai rekor tertinggi.

Ia mengingatkan seluruh pelaku usaha perberasan tidak mempermainkan harga karena pemerintah bersama Satgas Pangan akan mengawasi pasar dan menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan.

  • Badan Pangan Nasional (Bapanas)

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabut Asap Makin Parah dan Mengkhawatirkan! Dinkes Kalsel Gerak Cepat Dirikan Rumah Oksigen untuk Warga

Ericsson Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Indonesia lewat 5G Innovation Center

Misteri Perahu Hilang di Teluk Cenderawasih, Tim SAR Dikerahkan untuk Pencarian

Jangan Nekat Keluar Rumah! Dinkes Kalsel Minta Warga Tunda Aktivitas saat Kabut Asap Meningkat

Pegadaian Bawa Pulang Penghargaan Internasional, Sukuk Rp1,75 Triliun Jadi Sorotan di Kuala Lumpur

Cove Ungkap Tren Hunian Gen Z dan Milenial: Makin Pilih Sewa 1–3 Bulan

Kaltim Dikepung 14.795 Titik Panas, BPBD Perketat Pengawasan Karhutla

Taekwondo Indonesia Harumkan Merah Putih di 2026 China Open, Tampil Gemilang di Hunan.

Bareskrim Bongkar Kasino Judi di Sukoharjo, Fakta di Baliknya Bikin Geger!

Pelatihan Periklanan Digelar Kemenekraf untuk Asah "Skill Branding" Pelaku Ekraf & UMKM di Solok Agar Naik Kelas

PTPN III dan BRIN Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dorong Swasembada Pangan

Pelaku Ekonomi Kreatif Solok Makin Cuan? Kemenekraf Gelar Pelatihan Periklanan

Kebakaran Hebat Terjadi Hari Ini, Api Lahap Pabrik Plastik di Kabupaten Serang, Picu Kepanikan Warga

Schneider Electric Perkenalkan Altivar HVAC ATH600, Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Hakim Tolak Perlawanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Operasi Penerjunan 40 Tim Alfa TNI Buru Titik Api di Taman Nasional Way Kambas

Kolaborasi Indosat dan Komdigi Buka Jalan Talenta Digital Papua

Komisi XI DPR setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Aida Budiman Jadi DGS Periode 2026-2031

Hampir 1.400 Orang Hilang dan Ratusan Korban Tewas dalam Banjir Bandang Nepal-Tibet

IHSG Hari Ini Bangkit Saat Risiko Domestik Surut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.