Cove Ungkap Tren Hunian Gen Z dan Milenial: Makin Pilih Sewa 1–3 Bulan
Kamis, 27 Agu 2026, 19:37 WIBJAKARTA â Preferensi Gen Z dan Milenial terhadap hunian sewa terus berubah. Cove, penyedia hunian co-living modern, mencatat hampir enam dari 10 penghuni dari dua generasi tersebut pada 2026 berencana memilih durasi sewa pendek, yakni selama satu hingga tiga bulan.
Angka tersebut menunjukkan perubahan pola tinggal generasi muda yang semakin mengutamakan fleksibilitas. Dalam tiga tahun terakhir, proporsi penghuni yang memilih rencana tinggal satu hingga tiga bulan meningkat 32 poin persentase.
Sebaliknya, minat terhadap kontrak sewa selama satu tahun atau lebihâyang sebelumnya menjadi pilihan terbesarâturun 22 poin persentase dalam periode yang sama.
Temuan tersebut disampaikan Cove bertepatan dengan Hari Perumahan Nasional yang diperingati setiap 25 Agustus. Menurut Cove, kebutuhan hunian Gen Z dan Milenial semakin berkaitan dengan mobilitas pekerjaan, pendidikan, gaya hidup, serta keinginan untuk memiliki pilihan tempat tinggal yang lebih fleksibel.
Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan bahwa hunian yang layak bagi generasi muda tidak lagi sekadar menyediakan ruang untuk beristirahat. Momen Hari Perumahan Nasional kembali mengingatkan kebutuhan spesifik generasi muda akan sebuah tempat tinggal.
âSebanyak 95 persen penghuni Cove saat ini merupakan Gen Z dan Milenial. Bagi mereka, hunian yang layak tidak sekadar kamar yang cukup untuk tidur, melainkan sebuah ruang yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang dinamis,â ujar Dian melalui siaran pers pada Kamis (27/8/2026).
Fleksibilitas Jadi Pertimbangan Utama
Pergeseran menuju durasi sewa yang lebih pendek tidak semata-mata dipengaruhi kondisi finansial. Cove mencatat pendapatan mayoritas penghuninya tetap berada di kisaran Rp10 juta, baik pada tahun ini maupun tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan pilihan durasi sewa lebih berkaitan dengan kebutuhan fleksibilitas. Gen Z dan Milenial semakin menghindari keterikatan kontrak hunian jangka panjang karena adanya kemungkinan perubahan pekerjaan, kebutuhan harian, maupun preferensi lokasi tinggal.
Selain itu, fleksibilitas juga memberikan kesempatan bagi penghuni untuk mencoba lingkungan tinggal yang berbeda tanpa harus terikat dalam kontrak jangka panjang.
Hunian Harus Lengkap dan Strategis
Selain fleksibilitas durasi sewa, generasi muda memiliki sejumlah pertimbangan lain ketika memilih hunian. Pada 2026, sebanyak 79 persen penghuni Cove dari kelompok Gen Z dan Milenial menyebut kelengkapan fasilitas kamar pribadi sebagai salah satu alasan utama memilih hunian.
Faktor berikutnya adalah lokasi, khususnya jarak menuju kantor dan akses transportasi umum, yang dipilih oleh 52 persen responden. Sementara itu, keberadaan fasilitas bersama seperti gym, rooftop, dan kolam renang menjadi pertimbangan bagi 51 persen responden.
Ketiga faktor tersebut memperlihatkan kebutuhan terhadap hunian yang mampu mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari beristirahat dan bekerja hingga berolahraga dan bersantai. Dari ketiga faktor tersebut, lokasi menjadi aspek yang mengalami penguatan paling besar dalam tiga tahun terakhir dengan kenaikan lebih dari 20 poin persentase.
Wilayah yang paling banyak diminati adalah Jakarta Selatan dengan 64 persen, diikuti Jakarta Pusat sebesar 43 persen, dan Jakarta Barat sebesar 35 persen. Preferensi tersebut juga terlihat dari komposisi penghuni Cove pada 2026.
Sebanyak 51 persen penghuni merupakan masyarakat yang sebelumnya sudah tinggal di wilayah Jabodetabek, bukan pendatang dari luar kawasan tersebut. Data ini menunjukkan kecenderungan generasi muda untuk mengurangi toleransi terhadap waktu perjalanan atau commuting yang panjang.
Kebersihan Menjadi Standar Dasar
Dalam mencari hunian sewa, kebersihan dan kondisi bangunan menjadi salah satu faktor penentu keputusan Gen Z dan Milenial. Cove mencatat 52 persen penghuni menyebut kebersihan dan perawatan bangunan yang buruk sebagai alasan utama mereka membatalkan pilihan terhadap hunian yang sebelumnya telah disurvei.
Keluhan tersebut mencakup kondisi gedung yang kotor atau terlihat tua, fasilitas kamar yang tidak terawat, hingga sirkulasi udara yang buruk. Setelah faktor kebersihan dan perawatan bangunan, pertimbangan berikutnya adalah kelengkapan fasilitas umum dengan angka 43 persen.
Generasi muda kini mengharapkan fasilitas seperti area parkir, koneksi Wi-Fi yang stabil untuk mendukung aktivitas kerja, serta lift pada gedung bertingkat. Fasilitas yang sebelumnya kerap dipandang sebagai nilai tambah pada hunian sewa konvensional kini dianggap sebagai bagian dari standar dasar kelayakan hunian oleh Gen Z dan Milenial.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan hunian generasi muda semakin bergeser dari sekadar tempat tinggal menjadi ruang yang mendukung mobilitas, produktivitas, kenyamanan, dan gaya hidup secara bersamaan.
- Properti
- Milenial
- Gaya Hidup
- Hari Perumahan Nasional
- Gen Z
- Cove
- hunian
- Hunian Sewa
- Co-Living
- Tren Properti 2026
- Sewa Hunian
- Commuting
- Hunian Fleksibel
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Seiko Hadirkan Power Design Project 2026 di Jakarta, Eksplorasi Detail dan Craftsmanship Watchmaking Jepang
-
10 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia Tahun 2026 Menurut Survey Time Out
-
Panglima TNI Tutup Pendidikan Pertama Akademi TNI Tahun 2026 di Cilangkap.
-
Menyamar Tanpa Janggut, Misteri Kehadiran Mojtaba Diam-diam di Pemakaman Ali Khameni: Analis Samakan dengan Strategi Osama bin Laden
-
Terus Digalakkan, Festival Edukasi Pilah Sampah Jadi Gerakan Membangun Kesadaran Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.