Kaltim Dikepung 14.795 Titik Panas, BPBD Perketat Pengawasan Karhutla

Kamis, 27 Agu 2026, 19:34 WIB

SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan udara dan darat menyusul temuan deteksi adanya 14.795 titik panas (hotspot) di wilayah Kaltim sepanjang periode 1 hingga 26 Agustus 2026.

"Lonjakan tajam jumlah titik panas ini dipicu oleh kombinasi siklus cuaca kering ekstrem serta indikasi aktivitas pembukaan lahan secara ilegal," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Kamis.  

Ket. Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan. — Sumber: Antara foto/HO-Diskominfo Kaltim

Menurut dia, angka tersebut mencatatkan kenaikan signifikan hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Buyung menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu.  

"Kami berkomitmen menangani karhutla secara terpadu melalui pendekatan pencegahan komprehensif, pemantauan intensif, dan penanganan cepat di lapangan," ujar Buyung saat jumpa pers di Diskominfo Kaltim.  

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim, Kabupaten Berau mencatatkan jumlah titik panas tertinggi yakni mencapai 6.004 titik, dengan 820 titik di antaranya berada pada tingkat kepercayaan tinggi.  

Sebaran titik panas terbanyak berikutnya berada di Kabupaten Kutai Timur dengan 3.003 titik, diikuti Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2.426 titik, dan Kabupaten Paser sebanyak 1.934 titik.  

"Akumulasi karhutla sepanjang bulan ini diperkirakan telah menghanguskan lebih dari 1.200 hektare lahan vegetasi dan semak belukar, dengan dampak terparah berada di wilayah pedalaman Berau," jelas Buyung.

Dampak asap yang ditimbulkan juga mulai menurunkan kualitas udara di beberapa titik permukiman ke kategori Tidak Sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Kondisi ini memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada warga lokal hingga 15 persen.  

Untuk menjinakkan kobaran api, sebanyak 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan masyarakat telah diterjunkan ke titik-titik kritis.

Operasi darat ini didukung bantuan dua unit helikopter bom air (water bombing) dari BNPB pusat untuk menjangkau medan sulit, serta persiapan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Buyung menambahkan, memasuki puncak musim kemarau pada Agustus ini, Pemprov Kaltim telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi serta menerbitkan Surat Edaran Gubernur terkait kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla.

Langkah ini didukung pemantauan rill (real-time) 24 jam yang bersinergi dengan BMKG dan Kementerian Kehutanan. 

BPBD Kaltim juga mengoptimalkan penguatan logistik ke kabupaten/kota, menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), hingga berkoordinasi erat dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memastikan wilayah penyangga dan kawasan inti IKN tetap aman.  

Selain penguatan taktis di lapangan, BPBD Kaltim mengedepankan resiliensi berbasis masyarakat melalui pembinaan Desa Tanggap Bencana (Destana), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan relawan lokal.Upaya tersebut didukung penegakan hukum tegas (zero burning) dari aparat kepolisian.

Saat ini, jajaran Polda Kaltim dilaporkan telah menyegel dua area konsesi lahan milik korporasi dan memeriksa sedikitnya lima orang warga yang diduga kuat sengaja melakukan pembakaran lahan.

Pemprov Kaltim mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membakar lahan di tengah kondisi cuaca kering.

Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan di lingkungannya, masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center Kedaruratan BPBD setempat atau saluran resmi Diskominfo Kaltim "Lapor Wal!" yang tersedia di aplikasi Sakti Gemas.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Hati-hati! Penelitian Ungkap Cangkir Biodegradable Sekali Pakai Ternyata Hasilkan Lebih Banyak Mikroplastik

Kabut Asap Makin Parah dan Mengkhawatirkan! Dinkes Kalsel Gerak Cepat Dirikan Rumah Oksigen untuk Warga

Ericsson Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Indonesia lewat 5G Innovation Center

Misteri Perahu Hilang di Teluk Cenderawasih, Tim SAR Dikerahkan untuk Pencarian

Jangan Nekat Keluar Rumah! Dinkes Kalsel Minta Warga Tunda Aktivitas saat Kabut Asap Meningkat

Pegadaian Bawa Pulang Penghargaan Internasional, Sukuk Rp1,75 Triliun Jadi Sorotan di Kuala Lumpur

Cove Ungkap Tren Hunian Gen Z dan Milenial: Makin Pilih Sewa 1–3 Bulan

Kaltim Dikepung 14.795 Titik Panas, BPBD Perketat Pengawasan Karhutla

Taekwondo Indonesia Harumkan Merah Putih di 2026 China Open, Tampil Gemilang di Hunan.

Bareskrim Bongkar Kasino Judi di Sukoharjo, Fakta di Baliknya Bikin Geger!

Pelatihan Periklanan Digelar Kemenekraf untuk Asah "Skill Branding" Pelaku Ekraf & UMKM di Solok Agar Naik Kelas

PTPN III dan BRIN Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dorong Swasembada Pangan

Pelaku Ekonomi Kreatif Solok Makin Cuan? Kemenekraf Gelar Pelatihan Periklanan

Kebakaran Hebat Terjadi Hari Ini, Api Lahap Pabrik Plastik di Kabupaten Serang, Picu Kepanikan Warga

Schneider Electric Perkenalkan Altivar HVAC ATH600, Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Hakim Tolak Perlawanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Operasi Penerjunan 40 Tim Alfa TNI Buru Titik Api di Taman Nasional Way Kambas

Kolaborasi Indosat dan Komdigi Buka Jalan Talenta Digital Papua

Komisi XI DPR setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Aida Budiman Jadi DGS Periode 2026-2031

Hampir 1.400 Orang Hilang dan Ratusan Korban Tewas dalam Banjir Bandang Nepal-Tibet

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.