Jangan Nekat Keluar Rumah! Dinkes Kalsel Minta Warga Tunda Aktivitas saat Kabut Asap Meningkat

Kamis, 27 Agu 2026, 19:41 WIB

BANJARMASIN - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan meminta masyarakat menunda aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk akibat peningkatan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mengurangi risiko paparan yang dapat mengganggu kesehatan.

Kepala Dinkes Kalsel Diauddin di Banjarmasin, Kamis, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah sebagai acuan untuk menentukan apakah kegiatan tersebut aman dilakukan atau sebaiknya ditunda.

Ket. Foto: Pesawat Garuda Indonesia bersiap lepas landas di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8). — Sumber: Antara foto

“Bagi yang melaksanakan kegiatan di luar itu sebelum melaksanakan kegiatan harusnya memang ada sedikit koordinasi untuk tahu kualitas udara,” ujarnya.

Menurut dia, informasi mengenai kualitas udara penting diperhatikan masyarakat sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat dan berpotensi meningkatkan paparan terhadap saluran pernapasan.

“Kabut asap dapat mengandung partikel dan iritan yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan, sehingga masyarakat diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ketika kondisi kabut asap semakin pekat,” katanya.

Jika terpaksa harus keluar rumah, dia mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap, serta memperbanyak konsumsi air putih, makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh.

Ia menyebutkan langkah sederhana tersebut dapat menjadi penanganan awal ketika mulai muncul keluhan seperti batuk atau rasa tidak nyaman pada saluran pernapasan akibat paparan kabut asap.

“Banyak minum air putih, istirahat yang cukup itu sudah cukup sebelum obat. Yang jelas jangan dulu terpapar langsung kabut asap yang pekat,” katanya.

Namun, kata dia, apabila keluhan kesehatan berlanjut atau semakin berat, masyarakat segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi kesehatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berlangsung,” ujar Diauddin.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.