Menpar Bidik Kartu Hijau Geopark Ijen dalam Revalidasi UNESCO
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 12:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ingin mendapatkan kartu hijau atau predikat green card bagi Geopark Ijen melalui persiapan proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dioptimalkan.
"Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Dalam kunjungan ke Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (25/7), Widiyanti menekankan proses revalidasi tidak hanya menjadi upaya mempertahankan pengakuan internasional, tetapi juga momentum memperkuat tata kelola destinasi berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Penguatan koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak menurutnya menjadi hal yang sangat penting agar setiap rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti secara optimal, mulai dari penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, hingga pengembangan kemitraan.
Kementerian Pariwisata juga akan terus memberikan pendampingan sampai seluruh tahapan revalidasi selesai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pengelolaan Kawah Ijen harus selalu mengedepankan aspek keselamatan wisatawan dan prinsip-prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," kata dia
Predikat itu perlu dicapai karena Ijen sudah resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 9 September 2023.
Kawasan geopark ini memiliki luas sekitar 4.723 kilometer persegi yang mencakup wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, dengan kekayaan berupa 21 geosite, 6 biosite, 10 culture site, dan 8 warisan budaya tak benda (intangible heritage).
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu daya tarik utamanya adalah fenomena blue fire serta danau kawah dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia.
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, dia meminta setiap pihak untuk meningkatkan kualitas amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, penguatan storytelling destinasi, serta kapasitas sumber daya manusia agar pengalaman wisata semakin berkualitas.
"Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," kata Widiyanti.
Dalam kunjungan tersebut, Menpar Widiyanti juga meninjau kesiapan infrastruktur dan konektivitas kawasan wisata 4B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara–Bali Timur) di Pantai Marina Boom Banyuwangi yang menjadi salah satu gerbang penghubung antara Banyuwangi dan Pulau Bali.
Ia juga mengunjungi Desa Wisata Osing Kemiren yang sebelumnya meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan terpilih dalam UN Tourism Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025.
Ijen dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada 3–7 Agustus 2026. Revalidasi merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengelolaan kawasan guna memastikan standar UNESCO tetap dipenuhi secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!