Dipicu Aksi 'Profit Taking', 24 Juli 2026

Jumat, 24 Jul 2026, 09:50 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi kembali melanjutkan koreksinya dalam perda­gangan akhir pekan ini. Selain berlanjutnya aksi profit taking, pergerakan IHSG bakal dipengaruhi dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mempro­yeksikan IHSG untuk perdagangan. Jumat (24/7), akan ber­gerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring potensi aksi ambil untung investor menjelang periode akhir pekan. “Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikut­nya di 6.200- 6.250,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7) sore, ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31 dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar/ investor atas kenaikan harga minyak mentah global imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Sementara ke­lompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,86 persen ke posisi 627,12.

“Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah pada le­vel tertinggi selama enam pekan terakhir, membuat para pelaku pasar cenderung mulai berhati-hati dan melakukan trading jangka pendek,” ujar Ratna Lim.

Hari ini, IHSG bergerak volatil dan sempat mencapai le­vel tertinggi atau mengalami rebound yang ditopang oleh saham-saham komoditas utamanya energi dan emas se­iring kenaikan harga minyak mentah dan emas di tingkat global. Pada sesi II. kenaikan harga minyak membuat inves­tor bersikap hati-hati, yang mana harga minyak jenis WTI dan jenis Brent masing-masing di atas level 89 dollar AS per barel dan 97 dollar AS per barel, akibat eskalasi konflik an­tara Amerika Serikat dengan Iran.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.