Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi  Wujudkan Bandung Sehat Berdaya, Dinkes Bertekad Lengkapi Imunisasi

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 15:05 WIB | Oleh:
Demi  Wujudkan Bandung Sehat Berdaya, Dinkes Bertekad Lengkapi Imunisasi  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Imunisasi menjadi investasi kesehatan jangka panjang untuk melindungi individu sekaligus membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Karena itu, masyarakat diajak melengkapi imunisasi sesuai jadwal sebagai langkah mewujudkan generasi sehat dan mendukung terwujudnya Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sebuah talkshow bertema “Vaksin Melindungi, Imunisasi Menyelamatkan: Bersama Wujudkan Bandung Sehat” pada Rabu (22/7).

Talkshow menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, Sp.DLP., PhD.

Mengawali diskusi, Agung menjelaskan, vaksin dan imunisasi merupakan dua hal yang berbeda. Vaksin adalah produk yang mengandung antigen. Sedangkan imunisasi merupakan proses pemberian vaksin agar tubuh membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.

“Vaksin adalah produknya, sedangkan imunisasi adalah prosesnya. Manfaat vaksin akan diperoleh ketika diberikan melalui proses imunisasi,” ujar dia.

Menurut dia, imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membentuk herd immunity sehingga penyebaran penyakit di masyarakat dapat ditekan.

Agung menjelaskan, pemberian vaksin kini menggunakan pendekatan siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia sesuai kebutuhan masing-masing kelompok umur.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal dan menyimpan kartu imunisasi agar tidak ada dosis yang terlewat.

“Vaksin melindungi individu, tetapi imunisasi menyelamatkan generasi. Mari lengkapi imunisasi, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Bersama kita wujudkan Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama,” ucap Agung.

Sementara itu, Dadan mengungkapkan, cakupan imunisasi Kota Bandung hingga 2026 masih berada pada kategori menengah dan belum sepenuhnya mencapai target pemerintah.

“Target cakupan imunisasi harus tercapai agar terbentuk herd immunity. Kalau target itu tidak tercapai, kekebalan masyarakat terhadap penyakit tertentu juga tidak terbentuk secara optimal,” kata dia.

Ia menjelaskan, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari hoaks dan keraguan masyarakat terhadap imunisasi, perbedaan data sasaran dengan kondisi di lapangan, hingga mobilitas penduduk yang menyebabkan riwayat imunisasi anak tidak tercatat secara optimal.

Selain itu, masih banyak layanan imunisasi yang diberikan rumah sakit maupun dokter spesialis anak belum seluruhnya dilaporkan ke dalam Sistem ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku).

“Kementerian Kesehatan menilai data yang masuk ke dalam sistem. Jika tidak diinput, secara administrasi pelayanan tersebut dianggap tidak ada,” tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.