Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Temukan Dua Bintang Raksasa Meledak Berurutan, Ungkap Misteri Jellyfish Nebula

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh:

Hidup Singkat

Bintang-bintang bermassa besar memiliki siklus hidup yang jauh lebih singkat dibanding Matahari. Jika Matahari diperkirakan berumur sekitar 10 miliar tahun, bintang-bintang masif hanya bertahan selama beberapa juta tahun sebelum mengakhiri hidupnya dengan ledakan supernova.

"Sistem seperti ini dapat memberikan bukti observasi langsung mengenai bagaimana evolusi bintang bermassa besar dipengaruhi oleh keberadaan pasangan bintangnya, yang hingga kini masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam astrofisika bintang," ujar Michailidis.

Ia menambahkan bahwa selama ini pemahaman mengenai tahap akhir evolusi bintang sebagian besar masih bergantung pada model teoretis dan simulasi komputer.

Tim peneliti memperkirakan bintang yang membentuk nebula G189.6+3.3 meledak lebih dahulu. Ledakan tersebut menghancurkan sistem bintang ganda dan melempar bintang pendampingnya ke luar orbit.

Sekitar 20.000 hingga 110.000 tahun kemudian, bintang kedua juga mengalami ledakan supernova dan membentuk Jellyfish Nebula.

"Ledakan pertama memutus ikatan sistem biner, kemudian bintang pendamping yang masih bertahan terus bergerak di ruang angkasa hingga akhirnya ikut meledak," jelas Michailidis.

Sebelum hancur, kedua bintang diperkirakan mengorbit satu sama lain pada jarak yang sangat dekat, hanya beberapa kali lipat jarak Bumi ke Matahari. Kini, pusat kedua sisa supernova tersebut telah terpisah sejauh 30 hingga 50 tahun cahaya.

Saat sistem bintang ganda masih utuh, para ilmuwan menduga sempat terjadi proses transfer massa, yakni perpindahan material dari satu bintang ke bintang pasangannya.

Namun, hingga kini para peneliti belum dapat memastikan apakah ledakan bintang pertama secara langsung memicu ledakan bintang pendampingnya.

"Ketika supernova pertama terjadi, kemungkinan bintang kedua memang sudah berada di penghujung siklus hidupnya," kata Michailidis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.