Indef Sebut Bank Emas Berpotensi Perkokoh Stabilitas Keuangan Nasional

Selasa, 21 Jul 2026, 13:35 WIB

JAKARTA – Keberadaan bank emas menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi emas sebagai instrumen investasi sekaligus sumber pembiayaan ekonomi.

Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, bank emas dapat meningkatkan likuiditas aset, mendorong hilirisasi logam mulia, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyimpanan emas secara konvensional.

Ket. Foto: Ilustrasi-Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra.

Dalam jangka panjang, ekosistem ini berpotensi memperdalam pasar keuangan nasional dan memperkuat stabilitas ekonomi.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai keberadaan bank emas atau bullion bank nasional berpotensi memberikan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam memperkuat stabilitas ekonomi.‎

Menurut Tauhid, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (21/7), pengelolaan emas nasional yang kini mencapai 153 ton menjadi langkah positif dalam mengoptimalkan aset emas domestik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas.‎

Ia menjelaskan, akumulasi cadangan emas yang lebih besar dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi, mengingat kepemilikan emas yang kuat akan menjadi bantalan ketika terjadi gejolak ekonomi global maupun fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

“Untuk berjaga-jaga dampak ekonomi ketika katakanlah kalau di satu negara emasnya semakin banyak, maka memperkuat stabilitas ekonomi," katanya.

‎Tauhid menambahkan bahwa sejumlah negara maju seperti Jerman, China, dan Jepang memiliki cadangan emas yang besar sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi.

Oleh karena itu, ia mengatakan telah mendorong peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan emas nasional melalui bank emas.

Disampaikan dia pula, selama ini emas menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena nilainya relatif lebih stabil dibandingkan instrumen lainnya.

‎Tauhid mengatakan pengelolaan emas melalui bank emas juga membuka peluang pengembangan berbagai instrumen keuangan berbasis emas di masa depan.

Dengan demikian, emas tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendalaman sektor keuangan nasional.

"Sebagai jaminan pembiayaan, instrumen keuangan, ataupun yang lain," ucap dia.‎

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memuji layanan bank emas nasional atau bullion bank yang berhasil mengelola 153 ton emas dengan nilai diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS sejak diluncurkan pada 2025.

Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7) menyampaikan bahwa banyak prestasi yang sudah ditorehkan selama 20 bulan masa pemerintahannya, termasuk pendirian layanan bank emas yang dikelola oleh Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," kata Prabowo.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.