Tiket Palsu Jadi Sorotan, Polda NTB Siapkan Timsus MotoGP Mandalika

Selasa, 15 Sep 2026, 00:29 WIB

Mataram - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) akan membentuk tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) untuk mencegah peredaran stiker dan tiket palsu pada ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika yang dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober 2026.

Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho mengatakan pembentukan tim khusus tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya peredaran tiket dan stiker palsu seperti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Ket. Foto: Waka Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Polisi Hari Nugroho (kiri) didampingi Gubernir NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka (kanan) memberikan keterangan pers usai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/9). — Sumber: Antara

"Terkait dengan stiker dan tiket palsu. Tahun lalu kita tidak punya pembanding. Kita sudah minta ke penyelenggara bisa memberikan contoh seperti, sehingga ketika ada masalah yang menggunakan selain dari itu kita dengan kuat bisa menertibkan di lapangan," kata Hari kepada wartawan usai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/9).

Menurut dia, contoh resmi stiker dan tiket dari penyelenggara akan menjadi pembanding bagi petugas untuk mengidentifikasi keaslian dokumen yang digunakan penonton.

"Dengan adanya pembanding resmi, petugas dapat langsung menertibkan penggunaan tiket palsu," ujarnya.

Hari mengatakan tim khusus dari Reskrimum akan menangani dan mengantisipasi peredaran tiket palsu selama seluruh rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika 2026.

Selain persoalan tiket, Polda NTB juga menyiapkan pola pengamanan dalam tiga fase. Pada tahap pra-event, sebanyak 1.350 personel akan dikerahkan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.697 personel pada hari utama pelaksanaan, sedangkan 840 personel disiagakan pada fase kepulangan.

Untuk pengamanan tamu very very important person (VVIP), Korem ditetapkan sebagai penanggung jawab utama yang akan bersinergi dengan penyelenggara MotoGP dan unsur pengamanan presiden lainnya.

Hari mengatakan kehadiran Presiden RI atau R1 masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelenggara.

"Kesiapan hampir selesai. Kita tinggal menunggu konfirmasi dari penyelenggara terkait ada tidaknya kegiatan tambahan yang menyertai. Ini akan mempengaruhi jumlah personel," katanya.

Pilihan Akomodasi

Sementara itu, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyiapkan tambahan pilihan akomodasi bagi penonton MotoGP Mandalika 2026. Salah satunya melalui Sade Social Space yang menyediakan 38 kamar baru dan telah dapat digunakan sejak September 2026.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan tambahan akomodasi tersebut menjadi alternatif bagi penonton yang membutuhkan tempat menginap selama berada di kawasan Mandalika.

"Kami juga menyediakan akomodasi alternatif. Bukan hanya camping ground dan campervan, tapi kami juga punya akomodasi milik ITDC," kata Troy.

Menurut dia, penyediaan tambahan akomodasi dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan yang datang ke Mandalika untuk menyaksikan MotoGP pada 9-11 Oktober 2026.

ITDC juga terus melakukan persiapan di kawasan Mandalika, termasuk menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi penonton dan wisatawan selama penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut.

"Penyediaan akomodasi alternatif diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan selama berada di kawasan Mandalika," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.